Home / Bumi Lancang Kuning / Kampar
Pedagang Campur Cabai Sumbar dan Medan
Tribun Pekanbaru - Selasa, 1 Februari 2011 07:29 WIB
Share |
HARGA-CABAI.jpg
Budi/ Tribun Pekanbau
HARGA CABAI - Seorang pedagang cabai merah menyusun cabai-cabai dagangannya di Pasar Inpres, Bangkinang, Rabu (15/12). Harga cabai merah di pasaran saat ini mencapai kisaran Rp 45-50 ribu per kilogramnya.
Berita Terkait
BANGKINANG, Tribunnewspekanbaru.com - Harga cabai merah di pasar Bangkinang, khususnya cabai asal Sumatera Barat saat ini terus merangkak naik. Untuk mendapatkan satu kilonya, warga harus merogoh kocek lebih dalam, sebab pedagang mematok harga Rp 80 ribu per kilonya.

"Kita terpaksa menjual dengan harga mahal. Sebab modalnya juga sudah mahal. Pedagang umumnya tetap berupaya mengambil cabai tersebut, meski kadang berisiko merugi," ungkap pedagang Pasar Inpres Bangkinang, Andi saat dihubungi Tribun, Senin (31/1).

Andi mengaku, antisipasi agar pedagang tidak merugi dengan menyeimbangkannya dengan cabai asal Medan. Masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp 60 ribu per kilonya."Warga Bangkinang umumnya lebih suka mengkonsumsi cabai asal Sumbar.

Sebab, rasanya lebih pedas dibanding cabai Medan. Namun, pedagang juga memberikan alternatif mengingat harga cabai Sumbar yang cenderung meningkat," ujarnya Dikatakan Andi, kondisi harga cabai saat ini sangat dipengaruhi minimnya pendistribusian dari daerah penghasil.

Sementara kebutuhan masyarakat sangat tinggi. "Mau gimana lagi cabai sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Meski dengan harga yang tinggi, tetap dibeli," jelas Andi.Kondisi harga cabai di Pasar Pekan Senin, Pasir Pengaraian, justru masih stabil.

Sebab, cabai yang beredar lebih didominasi cabai asal Medan yang dipatok Rp 60 ribu per kilonya."Harga cabai merah masih stabil. Memang hanya cabai asal Medan yang banyak beredar. Cabai Sumbar sulit didapatkan. Kalaupun dapat harganya jauh lebih mahal," ujar Mak Fitri, pedagang Pasar Senin, Pasir Pengaraian.

Mak Fitri mengaku, pedagang tidak akan membeli cabai asal Sumbar mengingat harga yang sangat mahal. Sebagai antisipasinya pedagang menjual cabai asal Medan. "Kualitasnya bagus kok. Bibitnya berasal dari Sumbar. Rasanya juga lebih pedas," ungkapnya.

Ditambahkan Mak Fitri, harga cabai merah asal Medan sangat jarang bergolak. Namun, juga berimbas jika pemasokkannya kurang, sama halnya cabai Sumbar. "Harga pastinya akan berpengaruh jika pendistribusian terhalang. Namun sejuah ini kenaikannya tidak terlalu tinggi, " terangnya. (brt)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe