Home / Dumai Region / Duri
Dua Ledakan Kejutkan Warga
Tribun Pekanbaru - Selasa, 1 Februari 2011 20:04 WIB
Share |
Berita Terkait
DURI, TRIBUN - Dua ledakan tabung gas mengejutkan ratusan warga yang menyaksikan kobaran api yang membakar empat petak rumah semi permanen di Jalan Obor Utama, Kecamatan Mandau, Selasa (1/2) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Penyebab kebakaran dan kerugian masih dalam identifikasi pihak berwajib.
Dua ledakan itu berlangsung setelah air mobil kebakaran Pemda habis dan menunggu bantuan mobil kebakaran CPI. Informasi yang berhasil dihimpun Tribun di lokasi, api mulai membesar pada pukul 01.00 WIB. Pertama kali diketahui pemilik dua petak rumah, Idris yang digunakannya sebagai tempat usaha menjahit dan perawatan gigi.
Pemadam kebakaran Pemkab Bengkalis baru datang sektar 30 menit kemudian. Saat itu api sudah membesar dan sudah menghabiskan bagian depan rumah. Namun, hanya sekitar 15 menit melakukan pemadaman, air di tangki mobil pemadam itu habis, sehingga dalam rentang waktu bantuan dari mobil kebakaran CPI datang, empat petak rumah itu sudah nyaris rata dengan tanah.
Mengenai asal api, Idris kepada Tribun saat ia menyaksikan kebakaran rumahnya menyebutkan, ia terbangun sekitar pukul 01.00 WIB karena kamar tidurnya yang berada di rumah itu sudah pengap karena asap. Saat ia keluar rumah, ternyata api sudah membesar di rumah petak di sebelah rumahnya.
"Saya bangun karena pengap oleh asap. Saat saya keluar, ternyata api sudah membesar dari kedai kopi di sebelah rumah saya. Saya pun minta tolong dan menyelamatkan mesin jahit, kain dan peralatan perawatan gigi. Namun, tidak semua mesin jahit dan kain yang bisa saya selamatkan," ungkap Idris.
Ditambahkan Idris, sekitar 30 menit setelah kebakaran, barulah mobil pemadam kebakaran datang. Saat itu api sudah membakar keempat petak rumahnya dan rumah tetangganya itu.
"Mobil kebakaran Pemda hanya sekitar 15 menit memadamkan api, setelah itu airnya habis dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sehingga keempat rumah itu hampir rata dengan tanah saat mobil pemadam dari CPI datang. Barang-barang saya yang tinggal sudah tidak tersisa lagi," jelas Idris.
Sementara, pemilik rumah petak di sebelah Idris, Meri mengaku mengetahui kebakaran kedai kopinya saat diberitahu tetangganya bahwa kedainya terbakar. Saat ia sampai di kedainya, api sudah membesar dan ia tidak bisa menyelamatkan satupun barang-barangnya.
"Tidak satupun barang saya yang selamat, karena saat saya sampai api sudah membesar. Di dalam ada dua tabung gas gratis dari pemerintah. Itulah yang meledak tadi," ungkap Meri.
Sementara itu, pemilik kedai kelontong, Datuk kepada Tribun mengetahui kedainya terbakar saat ia dibangunkan anaknya bahwa kedainya terbakar. Saat ia sampai di kedainya, api sudah membesar, sehingga tidak satupun barang-barang bisa diselamatkan.
"Habis semua, saya terlambat datang. Warga yang mencoba mendobrak pintupun tidak bisa menyelematkan, karena pintu terkunci rapat dan tidak bisa didobrak," uangkap Datuk. (nol)

Penulis : NolpitosHendri
Editor : zulharman

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe