Home / Dumai Region / Dumai
Defisit Ditutupi Silpa Rp 67 Miliar
Tribun Pekanbaru - Selasa, 1 Februari 2011 20:02 WIB
Share |
Berita Terkait
DURI, TRIBUN - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2011 sudah disahkan sebesar Rp 917,74 miliar lebih. Pengesahan dilakukan DPRD Kepulauan Meranti dalam sebuah rapat paripurna, Senin (31/1) malam. Jumlah tersebut merupakan hasil dari pendapatan dan silpa anggaran tahun 2010 sebesar Rp 67,01 miliar lebih.
RAPBD yang disetujui menjadi APBD tersebut, oleh DPRD Kepulauan Meranti dinobatkan di dalam Surat Keputusan Nomor 3/kpts/DPRD/2011 tentang persetujuan DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti tentang APBD Kabupaten Kepulauan Meranti tahun anggaran 2011.
Jumlah pendapatan yang tertera di dalam draf APBD tersebut, berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 17 miliyar, dana perimbangan sebesar Rp 373,626 miliar lebih, dan pendapatan daerah yang sah lainnya sebesar Rp 96,103 miliar lebih. Jumlah total pendapatan sebanyak Rp 850,729 miliar lebih.
Sedangkan jumlah belanja terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 546,23 miliar lebih, dan belanja tidak langsung sebesar Rp 371,5 miliar lebih. Jumlah total belanja sebesar Rp 917,74 miliar lebih.
Artinya, terlihat defisit atau kekuarangan sebesar Rp 67,01 miliar lebih. Namun, ini akan ditutupi dengan penerimaan daerah dari Silpa anggaran tahun 2010 sebesar Rp 67 miliar lebih.
Sidang Paripurna pengesahan APBD Kepulauan Meranti Tahun 2011 yang dihadiri lima fraksi di DPRD Kepulauan Meranti yakni Fraksi Golkar, Gerindra Plus, PAN Plus, Refresentatif Rakyat, dan Fraksi Hanura Bintang Refermasi Bulan Bintang berlangsung hingga malam hari itu, berlangsung hingga malam hari pukul 22.00 WIB.
Atas disahkannya APBD ini, Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengharapkan kepada semua satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) supaya menjalankan program yang telah termaktub di dalam APBD tersebut, sehingga pembangunan Kepulauan Meranti berakhir sukses dan berjalan lancar.
Ketua Badan Legislasi DPRD Kepulauan Meranti, Ajis Arika kepada Tribun menyebutkan, dengan telah disahkannya APBD Kepulauan Meranti tahun 2011, maka SKPD harus bekerja secara professional, jangan hanya buat proyek saja, namun dengan program yang jelas. Maka akan bermanfaat bagi masayarakat. "Terutama itu adalah jalan, karena ini aset transportasi yang sangat penting untuk membuka keterisoliran," ungkap Ajis. (nol)

Penulis : NolpitosHendri
Editor : zulharman

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe