Home / Pekan Life
Siswa Praktik jadi Wartawan
Tribun Pekanbaru - Senin, 31 Januari 2011 21:22 WIB
Share |
Berita Terkait
PEKANBARU, TRIBUN - Sekolah Juara Pekanbaru berkunjung ke redaksi Tribun Pekanbaru, Senin (31/1). Kunjungan itu dalam rangka melaksanakan program kurikulum pembelajaran lapangan. Rombongan siswa sekolah dasar tersebut, diterima oleh Manager Redaksi, Chandra Dani di ruang pertemuan redaksi lantai dua.

Pembantu Kepala Sekolah Juara, Ruzianita mengatakan, program kunjungan ke kantor atau intansi seperti ini, dilaksanakan rutin setiap bulannya oleh pihak sekolah yang berada di bawah naungan Rumah Zakat itu. Melalui kegiatan itu diharapkan dapat memberikan pelajaran bagi anak-anak, yang memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi.

"Pembelajaran di lapangan ini dapat mengusir rasa jenuh bagi anak-anak, sekaligus menambah pengalaman dan pengetahuan mereka sejak dini tentang dunia surat kabar," ujar Ruzianita.

Menurut dia, aksi turun langsung dan melakukan pengamatan, dapat memancing gairah anak untuk lebih tekun belajar. Hal-hal yang didapatkan pada saat kunjungan menjadi bahan untuk dipelajari di rumah dan sekolah. Sehingga sistem belajar mengajar lebih praktis, dibanding duduk di depan kelas dan mendengarkan penjelasan guru.

Sebanyak 35 pelajar yang mengenakan pakaiaan seragam merah putih itu didampingi lima guru memasuki kantor Tribun. Mereka duduk dibangku yang tersedia dan mengelilingi meja bundar. Siswa kelas empat dan lima tersebut terlihat serius mendengarkan penjelasan Chandra Dani tentang koran.

Mulai proses membuat berita, pengiriman naskah dari wartawan, hingga ke percetakan koran Tribun. Kemudian untuk pengenalan layout dan sistem peliputan, Redaktur Syarif Dayan turut memberi penjelasan. Dia memangggil beberapa siswa yang bertugas sebagai wartawan, redaktur dan layout untuk mempraktikkan materi itu.

Seorang siswa Sekolah Juara, Muhammad Zuhri yang berperan sebagai wartawan, merasa bangga datang ke Tribun Pekanbaru. Selama ini siswa kelas empat tersebut hanya mendengarkan dari guru tentang cara kerja dan pembuatan koran dan belum pernah melihat langsung semua alat-alatnya.

"Saya ingin jadi wartawan, karena kerjaannya enak. Membuat berita dengan alat yang canggih. Saya bisa cerita kepada orangtua dan teman-teman saya nanti sewaktu pulang dari sini," ungkap anak berusia sepuluh tahun itu.

Kunjungan yang dumulai dari pagi dan berakhir siang hari setelah semua materi dan pertanyaan siswa dijawab kedua pemateri. Kemudia rombongan pulang ke sekolah di Jalan Wonosari, Kelurahan Tangkerang. (cr9)

Penulis : ihsan
Editor : ihsan_tribun

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe