Home / Lifestyle
Model RCW Khusus Wanita
Tribun Pekanbaru - Senin, 31 Januari 2011 21:25 WIB
Share |
Berita Terkait
SEBAGIAN orang menganggap hujan termasuk musuh terbesar bagi pengendara sepeda motor. Maklum, ketika tengah mengendarai motor di jalan, tiba-tiba hujan mengguyur, sudah pasti pakaian bisa basah kuyup. Kota Pekanbaru akhir-akhir ini tengah memasuki musim penghujan. Hujan turun tak menentu, bahkan seharian hujan bisa mengguyur Kota Bertuah. Hal ini tentu dapat menghambat aktivitas warga, terutama yang mobile dengan kendaraan roda dua alias motor.

Untuk menyiasati hal itu, pengendara motor selalu menyediakan jas hujan dalam perjalanannya. Banyak pengendara motor yang menyiapkan jas hujan agar tidak sampai basah kuyup saat hujan turun.

Dengan cara itu, warga yang berangkat kerja tak perlu khawatir basah kuyup di jalan karena baju hujan selalu siap melindungi. Fenomena hujan yang terus-terusan belakangan ini juga memunculkan satu style tersendiri bagi pengendara motor. Pra rider berupaya mencari dan mendapatkan jas hujan yang dapat melindungi dengan baik sekaligus tak mengurangi penampilan atau gaya.

Beragam pilihan pilihan jas hujan mulai bermunculan dipasaran. Bahkan hal ini menjadi dagangan baru bagi sebagian warga yang dipajang di sejumlah jalan. Model yang ditawarkan tak melulu gaya kuno, dengan satu penutup di kepala dan melebar di badan. Saat ini juga tersedia model jaket plus celana. Misalnya saja bagi kaum hawa yang mengenakan rok, tentu tidak bisa menggunakan jas hujan model kostum pakaian biasa.

Akan tetapi sekarang sudah ada desain jas hujan yang bisa digunakan wanita yang mengenakan rok. Nama jas hujan itu biasa disebut RCW atau kependekan dari Rain Coat Woman. Selama ini, banyak wanita yang mengenakan jilbab enggan memakai jas hujan yang dilengkapi celana panjang. Untuk memenuhi kebutuhan ini sekitar tahun 2008 jas hujan berupa jaket plus bawahan rok yang bertali serut mulai ada dipasaran.

"Sejak seminggu ini permintaan jas hujan cukup banyak dibandingkan hari-hari biasa lainnya. Biasanya hanya satu atau dua saja dalam sehari. Tetapi pada hari kemarin permintaan cukup tinggi, mencapai sekitar 20 jas. Permintaan tidak saja dari kaum adam tetapi juga kaum wanita dan anak-anak," ujar Acin, pedagang jas hujan.

Menurutnya, permintaan jas hujan yang cukup banyak diminati yakni model kostum atau pakaian. Sebab, jenis pelindung jas hujan ini cukup praktis dan terlihat lebih elegan dibandingkan jas hujan yang biasa atau non kostum. Walaupun harganya relatif lebih mahal dibandingkan jas biasa, peminatnya tetap saja tinggi.

Supriyadi yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil mengatakan, jas hujan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari kendaraan roda dua. Menurutnya, bagi pegawai ataupun para pekerja, di saat-saat seperti sekarang ini, musim hujan, jas pelindung dari hujan sudah harus dibawa agar terlindungi dan tidak menjadi kendala untuk berangkat kerja. "Mau tidak mau sekarang harus punya jas hujan. Kalau malau membawanya, kan sekarang ada yang praktis, yang bermodel pakaian. Jadi memakai atau membawanya juga enak.

Apalagi berbagai model semakin banyak, baik kualitas bahan, warna hingga desainnya. Semakin bagus akan semakin mahal. Bagi pekerja sudah menjadi keharusan, kan tidak mungkin izin atau selalu terlambat datang hanya karena hujan," sebut Supriyadi.

Untuk itu, kemanapun ia pergi maka jas hujan selalu ada di jok sepeda motornya. "Apalagi pekerjaan saya selalu mobile, jadi jas hujan juga selalu harus tersedia. Toh modelnya banyak yang bagus, harganya juga berkisar Rp 130 ribuan. Selain itu, jas hujan tidak saja sebagai pelindung hujan tetapi juga sebagai jaket," tambahnya. (jun)


Penulis : ihsan
Editor : ihsan_tribun

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe