Home / Pekan Life
Kunker Jalan Meski Pembahasan Tertunda
Tribun Pekanbaru - Senin, 31 Januari 2011 21:48 WIB
Share |
Berita Terkait
Tribunnewspekanbaru.com - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Gerakan Cinta Keluarga Miskin (Gentakin) dan pajak air bawah tanah (ABT) yang tertunda sementara waktu tak menyurutkan niat anggota Panitia Khusus (Pansus) dua Ranperda tersebut untuk melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke luar kota.
Hari ini rencananya, anggota Pansus dua Ranperda tersebut akan berangkat ke kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Dikota tersebut, Pansus akan melakukan kunker selama empat hari. "Pansus Gentakin akan berangkat ke Tangerang besok (hari ini). Empat hari di situ," kata Herwan Nasri pada Tribun, Senin (31/1) yang juga anggota Pansus Gentakin dan ABT.
Pimpinan Pansus, Zaidir Albaiza pada Tribun juga membenarkan keberangkatan Pansus ke Tangerang. Keberangkatan anggota Pansus, terangnya, untuk menelusuri informasi yang didapat dari DPRD Tangerang kala datang ke Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Zaidir mengatakan pihaknya tidak akan melakukan pembahasan bila naskah akademis terkait dua Ranperda tersebut belum juga diserahkan Pemko Pekanbaru ke Pansus. Rabu pekan lalu (26/1), Pansus pun mmebatalkan rapat pembahasan dua Ranperda tersebut akibat tidak adanya naskah akademis.
Namun keberangkatan kunker ini mengisyaratkan hal yang berbeda. Pansus kembali menarik kata-katanya yang tak akan membahas sementara waktu dua Ranperda tersebut selagi naskah akademis belum ada. Namun Zaidir berkilah, keberangkatan ke Tangerang untuk mencari bahan terkait Ranperda Gentakin.
"Kita cari bahan saja terkait ini (Gentakin)," ucap Zaidir memberikan alasan keberangaktan ke Tangerang. Ia pun kembali menegaskan naskah akademis belum diserahkan Pemko Pekanbaru ke Pansus. "sampai sekarang belum ada kita pegang," kata Zaidir.
Diterangkannya, di Kabupaten Tangerang ternyata kegiatan sejenis Gentakin juga telah diterapkan. Janda-janda miskin yang ada di daerah tersebut terbantu semua. Inilah yang akan digali para anggota Pansus.
Ranperda Gentakin dan ABT ini memang menuai kritik dari beberapa dewan termasuk anggota Pansus. Mulai dari masalah arti nama, prosedur dan hasil efektifitas Gentakin dalam mengurangi angka kemiskinan selama lima tahun sebelumnya. Dia adalah M Fadri AR, politisi dari PKS.
"Ranperda ini masih rancu. Tidak tegas. Kalau sekedar gerakan, cukup dengan surat Walikota saja yang bersisi imbauan. Kalau di Perda kan, bisa berimplikasi pada hukum," kata Fadri. Ia pun menyarakan agar nama Ranperda Genntakin ini diganti. "Diganti saja dengan Ranperda Pengentasan Kemiskinan," ujarnya.
Sembari membela diri karena rencananya tidak ikut ke Tangerang untuk Kunker, Fadri mengatakan pihaknya belum paham betul terkait dengan Ranpeda Gentakin ini. "Kita juga tidak tahu data-data kuantitatif efek dari Gentakin terutama dalam upaya menekan angka kemiskinan di Pekanbaru. Ini harus ada," ujarnya. (pis)

Penulis : dayan
Editor : dayan

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe