Home / Pekan Life
Kesal Ditilang, Yosef Lempar Mobil Polisi
Tribun Pekanbaru - Senin, 31 Januari 2011 21:43 WIB
Share |
Kesal ditilang oleh polisi, membuat Yosef Sitanggang (23), warga Jalan Rajawali, Delima, Tampan, Pekanbaru berbuat nekat. Sebuah batu pun dilayangkannya ke mobil patroli polisi. Namun aksinya tersebut harus dibayar mahal.

Senin (31/1) Yosef tampak duduk sambil menangis di pojok ruangan Satlantas Polresta Pekanbaru, sekitar pukul 10.00 WIB. Bajunya terlihat kotor dan tangannya luka-luka, akibat terjatuh dari sepeda motor karena melarikan diri dari kejaran Polantas yang mengendarai mobil.
Ia dikejar oleh Polantas, karena kesal kena tilang sehingga muncul tindakan nekatnya untuk melempari mobil sedan Polantas menggunakan batu berdiameter 4 sentimeter, sehingga kaca belakang mobil patroli tersebut retak.
Menurut Pengakuan Yosef, pagi itu ia berangkat dari rumah untuk mengantarkan adiknya yang bersekolah di salah satu SMA Negeri. "Jadi saya kan buru-buru karena takut adik saya terlambat masuk ke sekolah, makanya saya tidak pakai helm. Saya tidak menyangka pagi itu ada razia, pas lagi di jalan saya diberhentikan dan ditilang sama Polisi, padahal saya bawa STNK dan SIM. Polisinya ngasih saya surat tilang warna biru, katanya kesalahan saya berat, padahalkan saya cuma tidak pakai helm" kata Yosef.
Hanya pernyataan seperti itu yang diucapkan Yosef kepada Tribun. Ketika ditanya lebih banyak lagi dia hanya diam sambil sesekali meneteskan air mata karena terlihat menyesali perbuatan yang telah dilakukannya.
Menurut Polantas yang menilang pelaku pelempar kaca mobil, Aipda Indra, kepada Tribun mengatakan bahwa ketika pelaku ditilang, dia langsung marah-marah dan memaki-maki petugas dengan kata-kata kasar. "Karena dia tidak pakai helm, jadi kita kenakan surat tilang biru dengan denda maksimal. Pelaku tidak terima dan langsung marah dan memaki kita. Terus kita langsung pergi, tapi dia mengejar kita dari belakang," kata Indra.
Tersangka yang mengejar sambil membuntuti mobil Polisi langsung melempar kaca belakang mobil dengan batu. "Kaca mobil kita langsung retak dilempar pelaku, terus kita langsung mengejar pelaku yang mencoba kabur melarikan diri. Terus pelaku langsung masuk ke sebuah pompa bensin dari arah jalur keluar dan mencoba keluar dari jalur masuk,"katanya.
Ternyata di jalur masuk pompa bensin tersebut ada lobang besar dan pelaku tidak sempat ngerem, akhirnya menabrak lubang tersebut dan akhirnya pelaku terjatuh. "Ban depan motor korban pecah karena menabrak lobang itu, ketika korban terjatuh langsung kami tangkap," ungkapnya.
Menurut Wakasatlantas Polresta Pekanbaru, H. Fauzan Domo, kepada Tribun, atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku pihaknya akan mengikuti prosedur hukum yang ada. "Pertama, pelaku telah menghina institusi dengan cara memaki-maki anggota kami dengan kata-kata kotor. Kedua, pelaku telah melakukan tindakan pengrusakan, dan kita akan menyerahkannya ke Reskrim," kata Fauzan.
Ia menambahkan, orangtua korban telah mengakui kesalahan yang dilakukan oleh anaknya dan berniat untuk mengganti kerugian. "Orangtuanya telah meminta maaf dan berniat untuk ganti rugi kerusakan pada kaca mobil. Mereka mengapresiasi terhadap Polisi yang menilang anaknya, karena tidak ikut terpancing emosi saat dimaki oleh anaknya," katanya. (cr10)

Penulis : dayan
Editor : dayan

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe