Home / Dumai Region / Duri
Kami Ditinggalkan, Bukan Tertinggal...
Tribun Pekanbaru - Senin, 31 Januari 2011 22:48 WIB
Share |
Berita Terkait
DURI, TRIBUN - Suku Sakai Bathin Delapan dan Bathin Lima, membentuk Lembaga Adat Sakai Riau yang disingkat dengan LASR, sekaligus mengembalikan Bathin Pucuk kepada Bathin Pinggir (Bathin Marajo Lelo). Ini merupakan hasil Musyawarah bersama Suku Sakai Bathin Delapan dan Bathin Lima, Minggu (30/1) di gedung pertemuan Desa Pinggir.
Pada musyawarah bersama itu, hadir sebanyak 11 bathin dari 13 bathin yang ada. Bathin yang datang itu adalah Bathin Marajo Lelo atau Bathin Pinggir yang datang Amat S, Bathin Botuah yang datang Bagindo Rajo Puyan, Bathin Baromban Petani tungkenya Noik, Bathin Semunai yang datang Asneludin, Bathin Tengganau yang datang Kantas, Bathin Beringin yang datang Kitah, Bathin Penaso yang datang Bosniar, Bathin Sam Sam (Singo Marajo) yang datang Syamsri, Bathin Kandis (anak Bathin Belutu) yang datang Rijal, Bathin Belutu yang datang Tiar D dan dari Bathin Baroban Minas yang datang HM Bongsu. Sedangkan bathin yang tidak datang adalah Sebanga dan Bathin Bumbung.
Pada kesempatan itu, masyawarah langsung dipimpin Bathin Pucuk, Amat S. Musyawarah itu akhirnya berhasil mebentuk LASR dan langsung memilih ketuanya dan ketua cabang Bengkalis dan Siak. H Asmara terpilih secara aklamasi sebagai Ketua LASR, begitu juga Rijal sebagai Ketua Cabang LASR Siak Bengkalis dan H Siantar sebagai Ketua Cabang LASR Bengkalis.
Bathin Pucuk, Amat Sakai kepada Tribun menyebutkan, pembentukan LASR dan pengembalian Bathin Pucuk ini bertujuan untuk mempersatukan Sakai yang berada di dua kabupaten dan empat kecamatan di Riau.
Ketua LASR Riau terpilih, H Asmara kepada Tribun menyebutkan, organisasi ini sebagai bentuk telah terpisahnya Sakai dari kelembagaan LAMR, sehingga Sakai bisa menentukan nasib anak cucunya di masa yang akan datang.
"Selama ini Sakai ditinggalkan dan dibelakangi. Hal ini dengan dikembangkannya opini bahwa Sakai adalah suku tertinggal dan terbelakang. Ini sebagai bentuk pernyataan kami bahwa Sakai itu bukanlah suku tertinggald dan terbelakang, namun suku yang ditinggalkan dan dibelakangi," ungkap Asmara. (nol)

Penulis : NolpitosHendri
Editor : zulharman

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe