Home / Bumi Lancang Kuning / Indragiri Hulu
Tim Forensik Medan Selidiki Asal Api
Tribun Pekanbaru - Minggu, 30 Januari 2011 23:08 WIB
Share |
RENGAT, Tribunnewspekanbaru.com - Tim Forensik Polri hari ini, Senin (31/1), akan turun ke lokasi kebakaran di Pusat Pengelohan Karet Rakyat (PPKR) milik PTPN V di Desa Bukit Selasih, Kecamatan Rengat Barat. Kebakaran terjadi, Kamis (27/1) lalu."Pasca kebakakaran, polisi sudah memanggil dua saksi untuk dimintai keterangannya.

Selain itu, tim forensik juga akan turun ke lokasi kebarakan," kata Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Hermansyah, melalui Kapolsek Rengat Barat, Kompol Wahyu Kurnia, Minggu (30/1). Dua saksi yang sudah dimintai keterangan tersebut antara lain, mandor shif siang yang bernama Permadi (43) serta satu orang karyawan yang bertugas di bagian pengering karet.

Namun, dari pemeriksaan sementara terhadap saksi, belum diketahui penyebab kebakaran. "Hingga saat ini belum dapat diketahui penyebab kebakaran tersebut, apakah memang karena kelalaian, arus pendek atau ada unsur kesengajaan," ujar Kapolsek Wahyu.Karena itu, tuturnya, sebagai pembuktian lebih jauh sangat dibutuhkan adanya hasil pemeriksaan dari Tim Foreksik Mabes Polri yang didatangkan dari Medan.

"Artinya, dengan hasil pemeriksaan itu baru dapat ditentukan tindak lanjut proses pemeriksaan atau penetapan tersangka atas kebakaran tersebut," jelas Kompol Wahyu.
Sebelumnya, Kepala Unit PPKR PTPN V, Sudirman melalui Humas PTPN V, Jon Parulian mengatakan, kebakaran yang terjadi Kamis sekitar pukul 14.30 WIB, diduga berasal dari mesin pengering karet merek Liho yang berada dalam ruang pabrik.

Namun, belum dapat diketahui secara pasti dari mana asal api. Saat kebakaran tersebut, bersamaan dengan pergantian shif dari pagi ke siang. Sedangkan, mesin pengering karet mengalami rusak berat dan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan untuk perbaikan. Mengetahui terjadinya kebakaran, PTPN V langsung menghubungi mobil pemadam kebakaran.
 
Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Inhu, satu unit milik Bandara Japura dan satu unit mobil Pertamina Lirik ikut memadamkan api.Diperkirakan api dengan asap tebal yang membakar bahan baku karet itu berlangsung sekitar tiga jam.

Akibatnya, puluhan ton karet dan mesin pengeringan terbakar serta mengalami rusak berat. Kebakaran kali ini merupakan kejadian yang keduakalinya, sebab pada 4 Nopember 2007, kebakaran serupa pernah terjadi, bahkan lebih dahsyat dibanding kebakaran kali ini. (kor1)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe