Home / Lifestyle
Kontain Air Mancur Untuk Lahan Terbatas
Tribun Pekanbaru - Minggu, 30 Januari 2011 17:26 WIB
Share |
air_mancur.jpeg
Memiliki lahan terbatas tidak membuat  Renol  patah semangat untuk membuat suasana rumahnya nyaman untuk ditinggali. Jika orang lain memiliki  kolam ikan di halaman rumahnya  untuk menenangkan suasana hati ketika berada di rumah, renol pun punya  alternatif untuk menenangkan diri selama di rumah.

Alternatif tersebut adalah  air mancur mini buatan  atau biasa disebut kontain air mancur yang hanya memnbutuhkan beberapa centimeter ukuran tanah yang digunakan, namun sudaah cukup bisa membuat suasana hati serasa di Alam saat berada di rumah.

Bentuk air mancur itu sendiri  seperti sebuah  guci yang diletakan diatas tugu kemudian dipancurkan menuju penampungan berbentuk kotak kecil.  Air mancur itu sendiri  berwarna hitam dengan pancuran air yang bersih.

Untuk meneduhkan dan menambah suasana alami, Renol  menanam beberapa dua buah pohon palem disamping  kiri dan kanan air mancur tersebut. Sementara disekeliling bagian bawah air mancur tersebut diletakan bunga rose.

Dikatakan renol, mendengar gemiricik air yang dipancurkan membuat dirinya merasa tenang  seperti suasana alami diperkampungan. " Dengan adanya gemericik air mancur itu, suasana rumah terasa seperti diperkampungan, walaupun kita tinggal di perkotaan,"ujarnya .

Daya yang digunakan oleh  renol pun hanya  20 watt  sehingga tidak banya memakan daya listrik. Air mancur tersebut akan  dimatikan pada  malam hari untuk menghemat daya yang digunakan.

Renol menambahkan, awalnya ia merasa cukup kesulitan dengan untuk memanfaatkan taman rumahnya untuk membuat kolam atau semacamnhya.  Hal itu disebabkan karena lahan tersebut hanya berukuran mini.

"Kalau membuat kolam ikan tidak mungkin karena  halaman rumah yang kecil. Saat saya ketempat  penjualan batu alam, saya melihat sebuah air mancur ini dan saya tanyakan apakah bisa digunakan dihalaman rumah yang kecil. Ternyata bisa digunakan, karena hanya butuh sedikit tanah saja,"ucapnya.

Ia melanjutkan,  untuk pembersihan sendiri  cukup menguras air  menggunakan penyedot air dan  menggunakan sikat untuk membersihkannya.  Pembersihan dilakukan satu kali sebulan.

Menurut pemilik central batu alam Flora Permai, Zulkifli Syafruddin Faisal  contain air mancur atau kolam balik bisa diletakan di dekat teras rumah atau dibagia dalam rumah, tergantung selera pemiliknya.

Namun untuk air mancur didam rumah harus diperhatikan kebersihannya. Karena didalam rumah  suasana yang lembab mempercepat tumbuhnya  jamur dan beternak nyamuk. Langkah pembersihan dilakukan dengan menguras dan menggosok air mancur paling lama satu kali sebulan (*)

Penulis : Zulhindra
Editor : zidpoenya

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe