Home / Bumi Lancang Kuning / Kampar
Kembali, Muscab PPP Kampar Ricuh
Tribun Pekanbaru - Minggu, 30 Januari 2011 23:17 WIB
Share |
BANGKINANG, Tribunnewspekanbaru.com - Ratusan kader, simpatisan serta Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kampar, mengamuk pada pelaksanaan Muscab PPP Kampar di Hotel Labersa, Minggu (30/1).Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Wan Abu Bakar, cerita Bendahara DPC PPP Kampar, Hendrayani, bahkan lari terbirit-birit menghindar dari aksi ratusan massa PPP yang berniat akan membakar mobilnya.

Beruntung Wan Abu Bakar masih bisa selamat, meski mobilnya sempat ditendang massa yang terlihat emosi. Aksi protes ratusan massa PPP Kampar tersebut berkaitan dengan sikap DPP yang dinilai telah mengintervensi. Dam paknya, Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Kampar tetap tersele nggara. Padahal, DPW PPP Riau sudah mengeluarkan surat yang menyatakan Muscab tidak bisa dilaksanakan,  mengingat belum diperoleh hasil verifikasi pembentukan PAC PPP Kampar.
 
"Wan Abu Bakar sudah mengangkangi surat yang dikeluarkan DPW. Padahal dalam surat bernomor 349/IN/DPW/I/2011 tertanggal 29 Januari 2011, jelas tertulis Muscab tidak bisa dilaksanakan karena tim verifikasi belum mendapat kan keputusan terkait polemik pembentukan PAC  Kampar. Namun DPP seolah-olah dengan tangan besinya tetap melaksanakan Muscab tersebut," ungkap Bendahara DPC PPP Kampar, Hendrayani, kepada Tribun, melalui telepon selulernya, kemarin sore.

Menurut Hendra, Muscab sudah pernah dilaksanakan di Wisma Angga, Bangkinang, Jumat, 7 Januati 2011 lalu. Namun, saat itu Muscab berakhir ricuh, karena adanya desakan dari para simpatisan, kader, serta PAC Kampar yang mendesak dilakukannya verifikasi pembentukan PAC. "DPW langsung  melakukan pending pelaksanaan Muscab hingga waktu yang belum bisa ditentukan. DPW-pun selanjutnya membentuk Tim Verifikasi menindaklanjuti desakan pengecekan pembentukan PAC yang diduga asal-salan," ujar Hendra.

Namun, belum lagi tim selesai bekerja, Muscab malah dilaksanakan. Parahnya lagi, pelaksanaan Muscab di Hotel Labersa, Siak Hulu, atas rekomendasi Wakil Ketua DPP PPP, Wan Abu Bakar. "Tentu saja kami tidak bisa terima. Tim yang bekerja saja sudah melihat adanya ketidakberesan  pembentukan PAC. Dari 21 PAC yang ada, tim mengambil lima untuk sampel. Hasilnya, pembentukan PAC tidak Prosedural," ungkap Hendaryani.

Terang  saja, dengan tindakan DPP dilampiaskan ke Wan Abubakar. Mantan Gubernur Riau tersebut langsung dicerca pertanyaan atas tindakannya. Namun, Wan malah menghindar. Massa yang emosi selanjutnya mengejar dan sempat berencana akan membakar mobil yang dikendarai Wan Abu Bakar."Wan Abubakar langsung terbirit-birit meninggalkan Muscab. Massa sempat mengejar dan berniat akan membakar mobilnya. Namun, usaha tersebut digagalkan 60 Brimob yang mengawalnya," jelas Hendrayani.

Di lokasi Muscab sendiri, Hendra juga mendapati realitas yang sangat menga getkan. Pengurus DPC yang mengikuti Muscab hanya dua orang, yakni Ketua DPC Yuli Akmal, serta Ketua Panitai Muscab Hamdam Tiram."Saya sendiri sebagai Bendahara DPC sama sekali tidak dilibatkan. Tentu saja tindakan tersebut tidak bisa diterima. Dan wajar massa menjadi berang. Wan Abubakar sudah melakukan intervensi," ungkap Hendra.

Pada saat Muscab PPP Kampar, Jumat (7/1) lalu, Sekretaris DPW PPP Riau, Syarif Hidayat mengatakan, terpaksa mengambil kebijakan menskors Muscab. Keputusan ini diambil setelah bermufakat dengan DPW serta DPP. Dengan keluarnya keputusan, maka Muscab belum dipastikan pelaksanaanya. (brt)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe