Home / Citizen Journalism
Bahaya !! Bersin Berulang-ulang Lima kali
Tribun Pekanbaru - Senin, 31 Januari 2011 00:20 WIB
Share |
polip1.jpg
ilustrasi
Dr Asmawati Adnan SpTHT_KL
Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan RS Awal Bros

Polip  tidak hanya tumbuh didaerah hidung, tapi juga dibagian tubuh lainnya seperti teling, rahim, usus dan bagian tubuh lainnya. Polip hidung terjadi akibat mukosa hidung yang meradang sehingga menimbulkan tumpukan cairan dan terjadi perubahan pada rongga hidung.

Sampai  sekarang penyebab pasti  penyakit polip belum diketahui, banyak orang beranggapan bahwa penyakit polip berasal dari alergi. Namun sekarang polip  terbagi atas dua macam yakni eosinofilik yang disebabkan oleh alergi dan netrofilik yakni yang berhubungan dengan infeksi.

Ketika baru terbentuk, sebuah polip tampak seperti air mata dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan. Bentuk polip ini bisa terlihat secara kasat mata di bagian lubang hidung. Dan jika disentuh tidak akan terasa sakit.

Gejala  umum yang terlihat, penderita biasanya mengeluhkan hidung tersumbat, penurunan indra penciuman atau bahkan tidak bisa mencium bau sama sekali dan gangguan pernafasan. Akibatnya penderita bersuara sengau.

Sebagian penderita juga akan mengalami perubahan bentuk hidung yang diakibatkan penumpukan cairan yang sudah semakin banyak. Dan untuk alergi biasanya ditandai dengan gejala bersin-bersin berulang-ulang, paling sedikit lima kali dalam satu menit .

JIka sudah mengalami gejala seperti itu segera periksakan diri kerumah sakit untuk melakukan pengobatan. Tujuan utama pengobatan adalah mengatasi polip dan menghindari penyebab atau faktor pemicu terjadinya polip. Obat semprot hidung yang mengandung corticosteroid kadang bisa memperkecil ukuran polip hidung atau bahkan menghilangkan polip. Operasi dilakukan jika polip mengganggu pernafasan atau berhubungan dengan tumor.

Polip cenderung tumbuh kembali jika factor pencetusnya  alergi maupun infeksi tidak terkontrol. Pemakaian obat semprot hidung yang mengandung corticosteroid bisa memperlambat atau mencegah kekambuhan.

Tetapi jika kekambuhan ini sifatnya berat, sebaiknya dilakukan pembedahan untuk memperbaiki drainase sinus dan membuang bahan-bahan yang terinfeksi. Sayangnya bila faktor yang menyebabkan terjadinya polip tidak teratasi maka polip hidung ini rawan untuk kambuh kembali demikian berulang ulang. Oleh sebab itu sangat diharapkan kepatuhan pasien untuk menghindari hal hal yang menyebabkan alergi yang bisa menjurus untuk terjadinya polip hidung.(*)

Penulis : Zulhindra
Editor : zidpoenya

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe