Home / Nasional
Ponijan Terjepit Selama 9 Jam
Tribun Pekanbaru - Sabtu, 29 Januari 2011 06:27 WIB
Share |
tabrakan-Kereta-Api.jpg
Tribunnews
Evakuasi - Sejumlah personel TNI melakukan evakuasi korban tabrakan Kereta Api Mutiara Selatan dengan Kereta Api Kutojaya di Stasiun Langensari, Banjar, Jawa Barat, Jumat (28/1/2011).
Berita Terkait
PENUMPANG kereta api (KA) Kutojaya bernama Budi merupakan korban terakhir yang dievakuasi tim gabungan PMI, Batalyon 423 Raider Kostrad, petugas Polri, Dinkes, dan relawan umum. Ia dapat dikeluarkan dari gerbong dalam kondisi tak sadarkan diri, Jumat (28/1) siang.

Ia  kehilangan banyak darah dan sempat disergap asap tebal dari lokomotif  Kutojaya yang bocor. Budi dan korban  lain  dapat dievakuasi setelah teknisi las bekerja keras meotong besi dan pelat baja gerbong.Penggunaan las listrik sempat terkendala pasokan listrik yang terbatas. Berkali-kali aliran listrik putus karena pasokan daya tak seimbang.

Jalannya evakuasi dipimpin Wali Kota Banjar Dr dr Herman Sutrisno dan Komadan Batalyon 323/Raider Letkol Inf Panji.  Wali Kota sesekali memeriksa kondisi korban yang terjebak seraya memberi arahan kepada petugas PMI dan Dinkes.

Proses evakuasi Ponijan (58) warga Sekemirung Kaler, RT 04, RW 09, Kelurahan Cigadung, Bandung, berlangsung dramatis. Petugas pelan-pelan berupaya melepaskan Ponijan dari  puing gerbong KA Kutojaya.Satu per satu lapisan gerbong dilepaskan menggunakan gergaji besi dan tarikan rantai.  

Dari luar lubang puing gerbong terlihat telinga kiri Ponijan meneteskan darah segar . Berkali-kali ia menjerit kesakitan dan minta tolong petugas segera menyelamatkannya.Agar Ponijan tetap bertahan, relawan PMI menjulurkan selang plastik ke mulut Ponijan. Selang plastik dihubungkan dengan botol air mineral agar Ponijan bisa minum. Telinga Ponijan terus dilap dengan kapas.

Dua orang anggota Bataliyon 323, Kopda Ganda Pardosi dan Kopka Purwanto terus menerus mengajak Ponijan ngobrol. Mereka minta Ponijan untuk berdoa serta sabar. "Sabar ya Pak, kita lagi menolong. Kami lagi membongkar gerbong. Banyak berdoa ya Pak," ujar Purwanto setiap mendengar Ponijan menjerit kesakitan.

"Korban harus selalu diajak bicara agar dia tetap bersemangat hidup. Bahaya kalau dibiarkan, apalagi sampai korban tertidur," ujar Firman, relawan PMI Banjar yang dengan telaten memegang selang air minum yang dihubungkan ke mulut Ponijan.

Dengan kesabaran petugas, tepat pukul 09.15 WIB, Ponijan berhasil  dilepaskan dari jepitan puing gerbong. Ia segera dilarikan ke RSU Banjar. Saat Menkes dr Endang Sedyaningsih berkunjung ke RSU Banjar,  pukul 14.30, Ponijan sudah dirawat di Ruang Raflesia ranjang 3.Menurut Ny Sumirahayu (59), kakak kandung Ponijan, mereka berempat naik KA Kutojaya dari Stasiun Kiara Condong, Kamis malam.

"Waktu kereta berhenti di stasiun, saya duduk di bangku di tengah sebelah kiri. Sedangkan suami saya dan Ponijan berdiri di dekat pintu gerbong belakang lokomotif  menunggu kereta berangkat. Tapi tiba-tiba terjadi tabrakan," ujar Ny Sumirahayu.Jumat siang itu Ny Sumirahayu belum tahu Ponijan baru berhasil dievakuasi.

"Barang-barang bawaan kami entah di mana. Juga tas berisi HP, tadi malam sebelum berangkat saya sempat menelepon anak yang tinggal di Bengkalis," ujar ibu beranak empat yang sehari-hari jadi pedagang kelontong di Pekanbaru, Riau.

Penulis : zulham
Editor : zulham
Sumber : Tribunnews

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe