Home / Dumai Region / Dumai
Perairan Dumai Tercemar Limbah Industri Perusahaan
Tribun Pekanbaru - Jumat, 28 Januari 2011 11:50 WIB
Share |
dumai.jpeg
Dumai, Tribunnewspekanbaru.com- Tim Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau menilai telah terjadi pencemaran limbah industri di  perairan Kota Dumai dari limbah industri sisa produksi perusahaan yang berada di wilayah kerja PT Pelindo.

        "Hal ini kemungkinan disebabkan pengelolan limbah yang masih belum cermat serta pengelolaan lingkungan yang terkesan asal-asalan," kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai, Basri, Jumat.

        Saat ini, terang Basri, Tim Pengawasan BLH Riau yang terdiri dari Hermanto dan Yong Meiyer selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lingkungan Hidup, serta Mangandal dan Selamat Tarigan selaku Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) membawa sample berupa limbah cair dan padat untuk diteliti di Laboraturium Kimpraswil Kota Pekanbaru.

       "Sebenarnya tidak pun dilakukan pengujian sample kita sudah tahu kalau perairan Dumai sudah tercemar limbah industri. Namun untuk lebih memastikannya lagi, diperlukan tahapan analisis di laboraturium," katanya.

         Basri meyakini, tercemarnya laut Dumai sudah terjadi sejak lama karena penataan lingkungan industri yang tidak optimal.

        "Untuk itu, saat ini kita hanya dapat meminimalisir pencemaran atas limbah industri tersebut, karena untuk menetralisir seratus persen perlu penataan ulang industri di Dumai yang tentunya memerlukan biaya tidak sedikit," katanya.

         Basri mengharapkan, sejumlah instansi terkait khususnya yang berada di lingkup Pemerintahan Kota Dumai dapat menyatukan komitmen untuk sama-sama menjaga atau mengawasi lingkungan agar terbebas dari pencemaran.

        "Penyatuan komitmen ini sangalah penting sebelum pencemaran di perairan Dumai semakin parah," ujarnya.

         Dalam kesempatan terpisah, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lingkungan Hidup, Hermanto, mengatakan, dugaan sementara memang kondisi perairan Dumai tepatnya yang berada di kawasan PT Pelindo telah tercemar.

         "Apakah yang mencemari tersebut limbah berat (berbahaya-red) atau tidak, kita belum mengetahuinya. Maka dari itu perlu dilakukan pengujian sample. Hasil uji sample ini selambat-lambatnya akan keluar sebulan atau 30 hari kedepan," tuturnya.

         Selain pencemaran, sejumlah perusahaan yang berada di naungan PT Pelindo juga terbukti tidak menjalankan pengawasan lingkungan dengan baik.

         "Begitu juga dengan persyaratan administrasi serta dokumen Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan), banyak perusahaan yang dibawah pengawasan Pelindo terkesan mengabaikan," katanya.

Penulis : johanes
Editor : johanes
Sumber : Antara

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe