Home / Pekan Life
MPR Riau Minta Kejati Buat Terobosan
Tribun Pekanbaru - Jumat, 28 Januari 2011 21:38 WIB
Share |
Tribunnewspekanbaru.com - Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) Riau yang terdiri dari mantan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pemilihan Riau menilai selama ini kinerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau lemah. Alasanya karena masih banyak kasus korupsi yang dilaporkan masyarakat dan yang sudah diproses mengendap.
Ketua MPR Riau, Khairudin Alyoung didampingi Sekjen MPR,  Ir Marbaga Tampubolon serta pengurus lainnya yakni Gusniar Ridwan, Haris Jumadi dan Andi Ruslan kepada wartawan, Jumat (28/1) menyatakan satu contoh lambannya kinerja Kejati Riau adalah penanganan dugaan korupsi di Dumai yang melibatkan manatan Sekda dan mantan Anggota DPRD Siak yakni Fahrizal.
"Kasus ini sudah berapa tahun yang lalu diproses dan baru mulai terungkap baru-baru ini. Bahkan masih banyak lagi kasus lainnya yang masih mengendap," ucapnya.
Atas dasar inilah tambahnya, MPR Riau meminta agar Kajati Riau yang baru nanti berani dan membuat terobosan baru dalam menangani kasus korupsi, Asisten Intelejen Kejati Riau Heru Chairuddin saat dikonfirmasi Tribun menyatakan, tidak benar pihaknya lamban menangani kasus korupsi. "Hal itu terbukti tahun 2010 saja kami sudah mencapai optimalisasi yang telah ditetapkan Jaksa Agung," ucapnya.
Apalagi tahun 2010 itu tambahnya, Kejati Riau dan seluruh jajaran Kejari di Riau telah menangani kasus korupsi sampai ke tingkat penyidikan sebanyak 67 perkara. "Dari 67 perkara itu sudah ada sekitar 36 perkara sampai ke penuntutan," bebernya.
Ditambahkan Heru wajar masyarakat menilai penanganan dugaan kasus korupsi yang ditangani Kejati lamban. "Sebab penanganan kasus korupsi ini butuh waktu yang panjang," jelas Heru. (rsy)


Penulis : dayan
Editor : dayan

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe