Home / Dumai Region / Dumai
Jufrida: Saya Bukan Provokator
Tribun Pekanbaru - Jumat, 28 Januari 2011 22:00 WIB
Share |
Berita Terkait
DUMAI, TRIBUN - Anggota Komisi III DPRD Dumai, Jufrida, mengklarifikasi atas tuduhan keterkaitannya sebagai dalang dalam kasus SMP Binsus Kota Dumai. Di hadapan puluhan wartawan, Jufrida, menghadirkan sekitar 20 guru SMP Binsus. Agenda jumpa pers itu pun dijadikan ajang "buka-bukaan" terkait keterlibatan Jufrida.
"Saya minta, anda-anda jujur, apa bukti keterlibatan saya terhadap persoalan SMP Binsus. Mengenal anda saja, baru sekarang. Tapi kenapa muncul saya lah dalang semua ini," ujar Jufrida mempertanyakan langsung kepada seluruh guru yang hadir disana, Kamis (27/1).
"Siapa yang tak kenal Jufrida, namanya sering digaung-gaungkan. Tapi, kami secara personal tidak mengenal ibu Jufrida.," ujar Hoslinda, guru SMP Binsus yang hadir dalam jumpa pers tersebut.
"Saya tanya, apakah anda pernah meminta bantuan kepada saya. Karena saya ini anggota DPRD, tidak pernah bukan," ujar Jufrida lagi dengan tegas.
Jufrida menganggap persoalan SMP Binsus yang merebak pekan terakhir ini telah menghancurkan nama baiknya. Dampak lainnya, ia pun merasa tak nyaman dengan teror yang bermunculan melalui pesan singkat, short message service (SMS) lewat  telepon selulernya. "Selain pembunuhan karakter, saya pun diserbu dengan teror SMS. Isinya bermacam-macam, terkait dengan profesi saya," ujar Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Dalam kesempatan itu anggota legislatif dari Partai Barisan Nasional (Barnas) ini pun menjelaskan kronologis awal kasus SMP Binsus. "Saat acara Kamis Bersih, pembantu saya menerima surat dengan kop surat SMP Binsus yang ditujukan ke Wali Kota Dumai dan Ketua DPRD Dumai, dari perwakilan guru Binsus. Sumpah, saya tidak tahu, isi surat itu," ujar Jufrida.
Karena diamanahkan untuk menyampaikan ke pimpinan tertinggi DPRD dan Wali Kota Dumai, Jufrida pun menjalankan perintah itu.  "Sampai surat itu saya berikan ke Ketua dan Pak Wali pun, saya masih belum tahu isi suratnya apa," kata Jufrida bersemangat.  
Kekagetan Jufrida muncul setelah empat hari pengiriman surat itu, segerombolan guru mendatangi Kantor DPRD Dumai. Tujuannya untuk meminta pertanggungjawaban Jufrida karena sudah menyampaikan surat itu. "Wah saya kaget dong, tiba-tiba ribut-ribut, terus nama saya pula, yang dikaitkan sebagai dalang," ujar Jufrida.
"Jujur saya baru tahu isi surat itu, saat mereka datang, ternyata isinya, ada 16 tuntutan guru yang menginginkan Kepala Sekolah Binsus mundur," ujar Jufrida. Persoalan SMP Binsus merebak terkait ketidaksukaan sejumlah guru yang menginginkan kepala sekolah SMP tersebut mundur. (nng)

Penulis : NaningNutriana
Editor : zulharman

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe