Home / Nasional
Freeport Bangun Lanud untuk Warga Mimika
Tribun Pekanbaru - Jumat, 28 Januari 2011 11:41 WIB
Share |
Berita Terkait

TIMIKA, Tribunnewspekanbaru.com - Lapangan terbang Mulu di atas bukit dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dan berada di dataran tinggi Kabupaten Mimika, telah selesai pengerjaannya.

Pengerjaan dilakukan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan selanjutnya diserahkan kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk dikelola untuk kepentingan masyarakat umum.

Lapangan terbang Mulu tersebut diresmikan Bupati Mimika, Klemen Timal, Jumat (28/1/2011) disaksikan langsung para tokoh masyarakat dan ratusan warga Tsinga. Upacara peresmian dihadiri para pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Ketua DPRD Mimika, Trifena M. Tinal, Danrem 171/PVT Kol (Inf) Hironimus Guru, Dandim 1710-Mimika, Letkol (Inf) Boni Christian Pardede dan Kepala Polres Mimika AKBP Moch Sagi.

Lapangan terbang Mulu tersebut dibangun PT Freeport Indonesia sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam program pengembangan masyarakat, terutama pengembangan masyarakat di tiga desa yang berada di dataran tinggi Kabupaten Mimika, yaitu desa Tsinga, Aroanop dan Banti.

Dalam sambutannya mewakili manajemen PT Freeport Indonesia, Wakil Presiden Eksekutif-Hubungan Eksternal-PTFI, Sonny Kosasih menjelaskan, pembangunan lapangan terbang Mulu dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen PTFI dalam Program Pembangunan Tiga Desa (Waa-Banti, Aroanop dan Tsinga) yang diperuntukkan bagi kemajuan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Pada kesempatan yang sama, sebelum upacara peresmian, Wakil Presiden Eksekutif-Hubungan Eksternal-PTFI, Sonny Kosasih, secara resmi menyerahkan fasilitas lapangan terbang perintis tersebut kepada Pendeta Obeth Jawame dari Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII), Jemaat Imannuel-Tsinga, yang mewakili warga Tsinga.

Lapangan udara ini memiliki landasan pacu sepanjang 630 meter dan lebar 30 meter, berserta seluruh fasilitas pendukung teknis yang sesuai standar keselamatan penerbangan, terletak di ketinggian 2,000 meter di atas permukaan laut, di punggung pegunungan daerah dataran tinggi Tsinga.

"Dengan adanya lapangan terbang ini, perjalanan antara Tsinga dan Timika yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 4 hari dengan berjalan kaki dapat dipersingkat menjadi sekitar 15 menit penerbangan. Dengan itu juga, bahan makanan dan obat yang diperlukan oleh masyarakat setempat dapat didistribusikan dengan lebih cepat dan dalam kondisi yang lebih baik," katanya.

Operasional lapangan terbang Mulu selanjutnya akan berada langsung di bawah kendali Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Bidang Perhubungan Udara Mimika.


Penulis : johanes
Editor : johanes
Sumber : Kompas.com

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe