Home / Bisnis / Finance
Aturan Ketat, Investor Tetap Minati KPD
Tribun Pekanbaru - Jumat, 28 Januari 2011 17:08 WIB
Share |
969488234p[1].jpg
JAKARTA, TRIBUNNEWSPEKANBARU.com - Regulasi penawaran produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) alias discretionary fund saat ini makin ketat. Meski begitu, kondisi ini tidak membuat bisnis KPD luruh. Perusahaan manajer investasi masih menjadikan produk ini sebagai senjata menjaring dana kelolaan.

Edbert Suryajaya, Analis Riset PT Infovesta Utama, menuturkan, minat investor terhadap produk discretionary fund tetap terlihat. Para investor menjadikan produk KPD sebagai salah satu alternatif pengelolaan dana investasi yang menarik.

Pasalnya, pengelolaan investasi di KPD bersifat bilateral antara manajer investasi dan investor. Investor pun bisa meminta manajer investasi untuk menempatkan dananya di instrumen investasi tertentu. "Keinginan unik investor bisa dipenuhi dengan discretionary fund," papar Edbert, kemarin (27/1).

Pernyataan Edbert tersebut diamini oleh Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar. Menurut dia, penempatan dana KPD yang sangat fleksibel menjadi daya tarik produk ini. "Mau ditempatkan 100% di saham juga bisa," imbuhnya.

Karena itu, Agus meyakini prospek bisnis discretionary fund di tahun kelinci ini masih besar. "Minat investor masih ada," tuturnya. Ia juga yakin jumlah investor di KPD akan terus bertambah.

Selain karena produknya yang fleksibel, saat ini perlindungan terhadap investor KPD sudah jauh lebih baik. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah mengeluarkan beleid yang mengatur perlindungan bagi nasabah produk investasi jenis ini.

Beleid itu adalah peraturan Nomor V.G.6 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual. "Peraturan dari Bapepam-LK semakin jelas, jadi prospek KPD di 2011 bagus," ujar Agus.

Imbal hasil lumayan

Pengelolaannya yang juga dilakukan berdasarkan kesepakatan antara manajer investasi dan investor membuat imbal hasil yang diberikan produk ini biasanya cukup lumayan. Lilis Setiadi, Presiden Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen, menyebutkan, imbal hasil KPD yang dikelola perusahaannya ada yang mencapai 40%.

Tak heran jika para manajer investasi masih getol menawarkan KPD kepada para investor. Agus menuturkan, sepanjang tahun lalu Samuel Aset Manajemen mengelola dana senilai Rp 600 miliar. Sedangkan tahun ini, dia menargetkan dana kelolaan KPD Samuel bisa mencapai Rp 800 miliar. Artinya, Samuel mengincar pertumbuhan sebesar 33,33%.

Sementara Lilis tidak memasang target dana kelolaan tertentu. Tapi, "Nasabah KPD tahun ini mungkin bisa bertambah di bawah 10 pihak," ujarnya. Sepanjang 2010 lalu, total dana kelolaan pada KPD Batavia Prosperindo mencapai Rp 54 miliar.

Menurut Edbert, KPD memang bisa menjadi sarana investasi yang menjanjikan. Tapi, ia menyarankan investor yang berinvestasi di instrumen ini memiliki pengetahuan soal pasar modal. "Produk ini lebih cocok untuk investor yang sudah paham betul soal risiko dan besar imbal hasil yang ia cari," tandasnya. (*)
 

Penulis : nando
Editor : nando
Sumber : Kontan

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe