Home / Dumai Region / Dumai
813 Unit Ponsel Masih Tak Bertuan
Tribun Pekanbaru - Jumat, 28 Januari 2011 22:05 WIB
Share |
Berita Terkait
DUMAI, TRIBUN - Sedikitnya dalam bulan Januari ini sudah tiga kali upaya penyelundupan elektronik melalui pelabuhan penumpang Pelindo Dumai. Terakhir, Rabu (27/1) Bea dan Cukai (BC)  Dumai kembali melakukan penangkapan 813 unit handphone.
Handphone tersebut seperti tak bertuan sebab sampai saat ini belum diketahui pemiliknya. Petugas Bea dan Cukai Dumai mendapatkannya di dalam lima kardus saat diangkut dari kapal. "Dalam Januari ini, memang sudah terjadi beberapa kali. Sebelumnya juga didapat handphone dan 41 laptop dan lima DVD portabel. Terakhir handphone ini," kata Kasubsi PLI BC Dumai, Yan Surya bersama Kasi Kepatuhan Internal, Tri Mulyo, Jumat (28/1).
Namun dari ketiga penangkapan yang dilakukan oleh BC Dumai tersebut, belum ada satupun yang diketahui pemiliknya. Bahkan diakui Yan, pihaknya sampai sejauh ini masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan.
Disebutkannya, 813 unit handphone yang berhasil dicegat masuk ke Dumai tersebut dibawa dengan menggunakan Fery Batam Jet 3 dari Batam. Petugas mengetahui isi kardus tersebut berisi handphone saat kardus tersebut diperiksa melalui mesin pelacak X-ray.
Saat itu, handphone buatan cina merek Nokia dan Blackberry  tersebut diangkut oleh porter pelabuhan dari kapal menuju terminal penumpang. Saat melewati pemeriksaan petugas, kardus- kardus tersebut diminta untuk dimasukkan dalam mesin pengintai tersebut. Ternyata petugas melihat isinya mencurigakan dan melakukan pemeriksaan lebih detil. Lalu barang bukti tersebut diangkut ke Kantor BC Dumai.
Tapi saat diketahui barang tersebut berisi handphone, petugas tidak serta merta memeriksa porter yang mengangkut barang tersebut. Termasuk menanyakan tujuan barang tersebut akan dibawa. Disebutkan Yan, ditempat itu tidak ada pemiliknya.
"Untuk penangkapan handphone ini memang belum ada saksi yang kita lakukan pemeriksaan. Tapi petugas di lapangan sedang bekerja untuk mencaritahu pemiliknya," kata Yan.
Disebutkannya, penangkapan barang tersebut dilakukan karena tidak memiliki dokumen. Dari pemeriksaan barang tak bertuan yang disimpan di Kantor BC, Yan mengaku belum mendapatkan gambaran orang yang bertanggungjawab atau pemiliknya.
"Handphone ini bisa jadi impor dari luar negeri yang masuk ke Batam. Setelah itu baru di bawa ke Dumai. Harusnya barang ini juga ada dokumen saat masuk Batam. Untuk pemiliknya kita tetap melakukan uapaya pencarian," katanya. (ibl)

Penulis : MohIqbal
Editor : zulharman

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe