Home / Bisnis / Finance
Pertumbuhan Perbankan Riau 2010 Lebih Baik
Tribun Pekanbaru - Kamis, 27 Januari 2011 22:00 WIB
Share |
PEKANBARU,TRIBUN - Kondisi perbankan Provinsi Riau selama tahun 2010 menunjukkan perkembangan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah indikator terkait perbankan mengalami peningkatan.
"Perekonomian Indonesia 2010-2011 berada pada masa transformasi dari pemulihan menuju pertumbuhan yang berkesinambungan setelah melewati msa krisis global 2008/2009," ujar Pimpinan Kantor Bank Indonesia (KBI) Pekanbaru, Hari Utomo pada acara Bankers Dinners 2011di ruang auditorim BI,  Rabu (26/1) malam.
Dijelaskannya jumlah jaringan kantor bank umum yang per Desember 2010 telah mencapai 41 bank dan 552 jaringan kantor yang terdiri dari 1 Kantor Pusat (KP), 80 Kantor Cabang (KC), 332 Kantor Cabang Pembantu (KCP), 51 Kantor Kas (KK) dan 88 kantor lain yang mencakup gerai, kantor fungsional, kantor wilayah dan kantor layanan syariah.  
"Sementara tahun 2009 jumlah bank masih sama, sedangkan jumlah jaringan kantor hanya sebanyak 517 jaringan," katanya.
Dengan meningkatnya jaringan kantor tersebut, berpengaruh juga terhadap peningkatan jumlah aset perbankan Riau. Tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 14,0 persen dari tahun 2009 sebesar Rp 41,46 triliun menjadi sebesar Rp 45,1 triliun di 2010.
"Peningkatan ini utamanya didorong oleh meningkatnya jumlah penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) 19,9 persen dari Rp 34,3 triliun menjadi sebesar Rp 37,6 triliun," katanya.
Sementara itu, penyaluran kredit oleh perbankan juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 20 persen menjadi Rp 29,4 triliun. Hal ini, lanjutnya mendorong LDR Perbankan Riau sedikit meningkat dari 78,18 persen pada tahun 2009 menjadi 78,23 persen pada tahun 2010.
Dengan memperhitungkan kredit berdasarkan lokasi proyek, katanya maka LDR perbankan Riau telah mencapai 110,2 persen dengan total kredit yang disetujui mencapai Rp 41,4 triliun. Selain itu, secara umum, risiko kredit masih tetap terjaga. "NPL perbankan Riau masih berada pada tingkat yang aman yaitu 2,30 persen, sedikit menurun dibandingkan tahun 2009 sebesar 2,37 persen," katanya.

Penulis : vina
Editor : Nurul

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe