Home / Jiran
Mengenang Nostalgia Kehidupan Komunis
Tribun Pekanbaru - Kamis, 27 Januari 2011 15:35 WIB
Share |
3768887p.jpg
kompas.com
Warga Polandia menyalakan lilin dan meletakkan bunga tanda berkabung di depan Istana Kepresidenan di Warsawa, Polandia, Sabtu (10/4)

WARSAWA, TRIBUNNEWSPEKANBARU.COM - Krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Eropa, termasuk wilayah eks-komunis di Eropa timur, membuat sebagian warga mulai bernostalgia tentang enaknya hidup di bawah sistem komunis. Akan tetapi, Pemerintah Polandia punya cara unik agar warganya mengingat susahnya hidup di era komunis.

Institut Peringatan Nasional Polandia menciptakan permainan papan semacam monopoli yang diberi nama kolejka (antrean). Berbeda dengan monopoli, yang menyimulasikan dunia kapitalis, seperti bisa mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dengan membangun hotel, kolejka berisi simulasi kebobrokan sistem komunisme.

Seorang pemain yang mendapat tugas membeli bahan-bahan kebutuhan pokok, misalnya, akan dihadapkan pada kenyataan pasokan makanan sudah habis. Pemain yang berniat membeli ranjang, akan mendapat bangku. Sementara pemain yang berniat membeli sepasang sepatu terakhir yang tersedia di sebuah toko akan kalah dengan pemain lain yang memegang kartu ”Punya Teman di Pemerintah”.

”Kami ingin menunjukkan kepada generasi muda dan mengingatkan orang-orang tua betapa susahnya hidup dan seperti apa mekanisme yang berlaku di era itu,” tutur pencipta permainan ini, Karol Madaj (30). Madaj mengalami sendiri pahitnya hidup pada masa komunis saat ia harus antre berjam-jam bersama ibunya setiap ingin mendapatkan sesuatu.

”Kita mungkin akan menertawakan semua itu sekarang, tetapi itu sama sekali tidak lucu bagi mereka yang mengalaminya sendiri, membuang waktu hidup mereka untuk antre,” kata Madaj. Permainan kolejka, yang berwarna abu-abu untuk menggambarkan kesuraman era komunisme itu mulai dijual pada 5 Februari nanti.

Editor : sesri
Sumber : Kompas.com

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe