Home / Bumi Lancang Kuning / Kampar
Desak KPK Tangkap Bupati Kampar
Tribun Pekanbaru - Jumat, 28 Januari 2011 06:23 WIB
Share |
Satuan-Anak-Negri-KamparSANAK3.jpg
Budi/ Tribun Pekanbaru
Aksi Satuan Anak Negri Kampar(SANAK).
BANGKINANG, Tribunnewspekanbaru.com - Genap tujuh hari setelah melempari plang nama Gedung Pendopo Bupati Kampar dan mencoretnya dengan menuliskan 'Dikontrakan', kembali Satuan Anak Negeri Kampar (Sanak), melakukan aksinya.Kali ini, plang nama kantor Kejaksaan Negeri Bangkinang menjadi sasaran pelemparan puluhan mahasiswa, Kamis (27/1).

Mahasiswa melempar plang tersebut dengan telur dan gelas air mineral, setelah sebelumnya kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Kepala Kejari.
Sambil membawa spanduk bertuliskan KPK segera tangkap Burhanuddin Husin, Sanak menggelar aksinya di tiga titik, Bundaran Pendopo Bupati, Kejaksaan Negeri serta di Kantor Bupati Kampar.

Pada tiga titik tersebut, Sanak berulang kali melempar wacana penyelesaian korupsi illegal logging yang menyeret nama Bupati Kampar, Burhanuddin Husin serta desakan agar menjalankan pemerintahan yang bersih."Kami tidak ingin Kabupaten Kampar ini dipimpin oleh seseorang tersangka kasus korupsi. Lima tahun ini tidak jelas pembangunan yang dilakukan.

APBD hanya dihabiskan untuk menutupi kasus Burhanuddin yang mengakibatkan KPK lamban memproses kasusnya," ungkap Koordinator Aksi, Rizal, lewat megaphone.Dalam aksinya, Sanak juga menguraikan kasus-kasu korupsi yang menyeret pejabat-pejabat Kampar, hingga saat ini tidak pernah mendapat respon dari aparat penegak hukum.

Bahkan, menurut Sanak, pejabat Kampar hanya menghabiskan uang rakyat untuk kepentingan pribadi."Jelang ulang tahun Kampar Ke-61 tahun, masyarakat belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah. Bahkan, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kemiskinan yang selama ini tidak pernah disentuh bantuan. Kondisi tersebut disebabkan, uang rakyat sudah banyak dikorupsi," teriak Sanak.

Puas menyampaikan orasinya di Bundaran Pendopo Bupati, Sanak melanjutkan aksinya ke Kantor Kejari Bangkinang.  Di Kejari, Sanak kembali berorasi dan mendesak Kejari memfasilitasi percepatan pengungkapan korupsi Bupati Kampar. Sanak juga meminta agar Kejari lebih transparan serta tidak memilih kasus yang melibatkan pejabat Kampar.

Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Bangkinang, Insyayadi berupaya menemui mahasiswa. Namun, kehadirannya tidak bisa diterima Sanak. "Saya ini Kepala Seksi Intelejen, Insyayadi. Pak Kajari sedang tidak ditempat. Jadi saya yang akan mewakili. Apa yang menjadi aspirasi hari ini, nanti akan saya sampaikan ke Kajari," janji Kasi Intel.

Mendengar pernyataan tersebut, Sanak justru langsung balik kanan sembari melontarkan kalimat-kalimat kecaman dan kata-kata tak patut. "Kajari ternyata orangnya pengecut,  menghadapi mahasiswa saja tidak sanggup. Bagaimana nantinya memproses pejabat Kampar yang tersangkut korupsi," teriak Sanak.

Merasa tidak puas, sanak melempari  plang nama Kejaksaan dengan telur dan gelas air mineral. Berkali-kali plang nama tersebut dihujani lemparan puluhan mahsiswa yang merasa kecewa tersebut. Aksi itupun hanya bisa dilihat aparat kepolisian yang terlihat terus mengawal aksi. (brt)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe