Home / Dumai Region / Duri
BKSDA Harapkan Peranan Pemkab Atasi Masalah Gajah
Tribun Pekanbaru - Rabu, 26 Januari 2011 23:22 WIB
Share |
DURI, Tribunnewspekanbaru.com - Permasalah gajah di Bengkalis, khususnya di Mandau dan Pinggir, hingga memasuki umur 26 tahun masih belum tuntas. Belum ada terlihat solusi kongkrit dan tepat dari pemerintah maupun Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk mengatasi masalah gajah ini.

Padahal, setiap tahun warga Mandau dan Pinggir selalu disibukkan oleh kawanan gajah Sumatera itu.Malahan, baru-baru ini kawanan gajah mengganggu warga di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir. Kawanan gajah ini merusak pohon sawit warga yang masih kecil, dan membuat warga harus waspada serta membuat api unggun pada malam hari, disertai dengan ronda.

Kades Muara Basung, Al Azmi kepada Tribun membenarkan adanya laporan warganya tentang gangguan kawanan gajah tersebut. Warga yang melapor itu berasal dari Jalan Wali Seno dan Jalan Batang Ibul."Memang tiga bulan sekali kawanan gajah itu mengganggu warga disini.

Terutama warga Jalan Wali Seno dan Jalan Batang Ibul. Kadang gajah itu rombongan dan kadang hanya tiga ekor. Gajah itu merusak pohon sawit warga yang masih kecil. Warga mencoba menghalau dengan api unggun dan kembang api," ungkap Azmi.

Diharapkan Azmi, pemerintah hendaknya memberikan konvensasi kepada masyarakat yang tanaman sawitnya dirusak gajah ini. Misalnya dengan memberikan ganti rugi atau semacamnya. "Saya berharap pemerintah memberikan konvensasi kepada warga, berupa ganti rugi terhadap tanaman sawit mereka yang dirusak gajah itu," jelas Azmi.

Seentara itu, Kades Petani, Rianto kepada Tribun menyebutkan, hingga saat ini, di Petani hanya tinggal satu ekor gajah saja yang terus meneror warga di Kulim. "Biasanya bergerombolan dengan jumlah belasan ekor. Namun sekarang hanya satu ekor yang tampak dan sering menampakkan wujudnya serta meneror warga di Kulim," ujar Rianto.

Kasi Pengawasan Wilayah III BBKSDA Riau, Hutomo kepada Tribun menyebutkan, hingga saat ini pihaknya terus mencari solusi tepat untuk mengatasi konflik gajah dengan manusia di Mandau dan Pinggir ini."Kita terus mencari solusi. Solusi pertama yang sedang kita rancang dan saat ini dalam proses dalah gugus tugas penanggulangan gajah.

Kita akan melibatkan seluruh unsur, masyarakat, pemerintah, pihak berwajib, dan pihak BBKSDA beserta gajah latih BBKSDA. Ini akan kita sosialisasikan dalam waktu dekat," ungkap Hutomo.Dikatakan Hutomo, proses yang telah dilakukan yakni menelusuri jalur pelintasan gajah dari Kulim, Desa Sebangar hingga ke Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir.

Nantinya, di jalur ini akan diadakan patroli tanpa gajah latih dan patroli dengan gajah latih saat kawanan gajah mulai mendekat ke pemukiman."Namun, kita juga berharap bantaun pemerintah melalui APBD-nya, sehingga masalah konflik gajah ini benar-benar bisa diatasi, karena hanya dengan bersama kita bisa," ujar Hutomo. (nol)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe