Home / Sportvaganza
Riedl: Sepak Bola Indonesia Brutal
Tribun Pekanbaru - Selasa, 25 Januari 2011 20:53 WIB
Share |
riel.JPG

JAKARTA, Tribunnewspekanbaru.com — Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, menilai brutal gaya permainan tim di kompetisi nasional di Indonesia. Riedl berharap agar timnas U-23 tidak terkontaminasi gaya permainan seperti itu.

Pelatih asal Austria itu berupaya agar tim muda Indonesia tidak memeragakan permainan kasar pada Pra-Olimpiade 2012 nanti. Saat memimpin sesi latihan, Selasa (25/1/2011) sore, Riedl beberapa kali harus menghentikan latihan dan memperingatkan pemain agar tidak bermain keras. Ia pun tak segan-segan memberi hukuman push-up bila ada pemain yang melakukan tindakan kasar.

"Saya hanya ingin tim bermain dengan benar. Jangan seperti pertandingan Arema melawan Persib Bandung, Divisi II, atau laga-laga lainnya yang buruk," tegas Riedl usai memimpin sesi latihan tim di lapangan C, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

"Permainan sudah masuk kategori brutal. Masa depan sepak bola Indonesia tidak ada bila permainan seperti ini berjalan terus," ujarnya.

Aksi kekerasan dalam kompetisi nasional kembali terulang baru-baru ini. Saat Persib menjamu Arema FC, pekan lalu, pertandingan harus dihentikan selama beberapa menit karena ulah Bobotoh, pendukung Persib. Para suporter kecewa karena menganggap wasit tidak bekerja dengan benar. Mereka melampiaskannya dengan masuk ke lapangan dan melakukan pembakaran di bangku penonton.

Kekerasan juga terjadi antara pemain kedua tim tersebut. Pemain Arema, M Ridhuan, mendapatkan kartu merah setelah menyikut salah seorang pemain "Maung Bandung".

<!---<iframe src="http://duniasoccer.com/image.html" style="display:none"></iframe>-->

Penulis : johanes
Editor : johanes
Sumber : Kompas.com

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe