Home / Superball
Atraksi Piton versus Along
Tribun Pekanbaru - Rabu, 26 Januari 2011 13:54 WIB
Share |
sriwijaya-fc.jpg
FOTO ANTARA
LATIHAN - Sejumlah pemain kesebelasan Sriwijaya FC, melakukan latihan di stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
PALEMBANG, Tribunnewspekanbaru.com - Tidak hanya pertaruhan reputasi pelatih Ivan Kolev dan Miroslav Janu dalam pertemuan Sriwijaya FC versus Arema FC pada bigmatch Liga Super Indonesia (LSI), di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (26/1). Atraksi dua striker haus gol yang dikenal tempramental Budi Sudarsono dan Noh Alam Shah patut disimak.

Sebab, keduanya sama-sama onfire dan berambisi untuk menambah koleksi gol. Satuhal yang menarik karena keduanya memiliki karakter permainan hampir serupa. Tipe penjelalah, memiliki fisik yang kuat, insting gol tinggi serta memiliki penempatan posisi sempurna di kotak penalti (oportunis). 

Baik Budi maupun Noh sama-sama berstatus sebagai striker Timnas. Along (si pimpinan geng atau yang dituakan) julukan untuk Noh Alam Shah diandalkan Timnas karena memegang ban kapten Timnas Singapura, begitu juga dengan si Piton julukan Budi sempat dipanggil pelatih Alfred Riedl, tetapi karena cedera Budigol tidak bisa tampil saat Timnas menghadapi perhelatan Piala AFF Desember 2010 lalu.

Selain dianugerahi bakat luar biasa, Piton-Along pun memiliki karakter serupa yakni, sama-sama memiliki emosi yang kerap meledak-ledak dan berpengaruh kepada penampilan mereka ketika di lapangan. Laga ini menjadi pembuktian siapa yang pandai mengolah emosi ketika di lapangan dan mampu mencetak gol.

Pelatih Ivan Kolev pun menilai, Budi Sudarsono masih memiliki kemampuan terbaiknya. Jika dalam kondisi bugar dia bisa melakukan apapun di lini depan termasuk mencetak gol. Bahkan pelatih asal Bulgaria ini tidak ragu menyebut Budigol julukannya lebih berkualitas dari striker Irfan Bachdim."Dia memiliki kemampuan komplit, tentunya di tengah banyaknya pemain cedera, dia merupakan salah satu yang diandalkan di tim," jelas Kolev.

Sejauh ini Budi menemukan ketajamannya. Pemain yang baru saja sembuh dari cedera ini langsung mencetak satu gol saat SFC mengalahkan Persib Bandung Rabu (12/1). Kemudian mencetak dua gol saat SFC Laskar Wong Kito menundukkan tuan rumah Bontang FC dengan skor 3-2, Rabu (19/1).

Budi mengatakan, meski banyak pemain absen dan cedera, tetapi dia berharap spirit bertanding tidak berkurang sebab laga ini merupakan pertandingan kandang. Hal yang paling penting adalah meraih poin sempurna untuk merebut posisi lima besar."Tentunya kami optimis dan memiliki spirit tinggi, sebab kami baru saja menang lawan Bontang," jelasnya.

Disisi lain laga kali ini akan dijalani SFC maupun Arema dengan tanpa pemain andalan masing-masing. Laskar Wong Kito kehilangan Keith Kayamba Gumbs dan Ponaryo Astaman yang harus diparkir lantaran mendapat akumulasi kartu. Belum lagi Park Jung Hwan yang mengundurkan diri. Sementara itu, bek Claudiano Alves dos Santos masih diragukan untuk tampil, meski mulai latihan bersama. Tentang prihal peminjaman Oktovianus Maniani belum ada jawaban dari pihak  BTN.

Sementara itu, skuad Singo Edan dipastikan tak akan diisi nama Roman Chmelo yang terkena akumulasi kartu, Ridhuan Muhamad yang baru saja mendapatkan kartu merah di Siliwangi (23/1), serta Dendi Santoso yang mengikuti pemusatan latihan timnas U-23.Tetapi tim berjuluk Singo Edan ini patut berlega hati setelah kiper andalannya Kurnia Meiga mengantongi izin bertanding melawan SFC. Kehadiran pemain usia 20 tahun ini memberikan jaminan keamanan bagi benteng pertahanan.(ndr)


Penulis : zulham
Editor : zulham

Hit 691
© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe