Home / Dumai Region / Duri
Warga Ancam Blokir Jalan Sudirman
Tribun Pekanbaru - Selasa, 25 Januari 2011 13:36 WIB
Share |
ganti-rugi-lahan-duri.jpg
Pitos/ Tribun Pekanbaru
Kisruh ganti rugi tanah warga untuk pelebaran Jalan Jenderal Sudirman belum akan dibayar sebelum pelebaran jalan itu dimulai.
DURI, Tribunnewspekanbaru.com - Warga Jalan Jenderal Sudirman Duri berang. Hal ini menyusul pernyataan Assisten I Sekretariat Daerah (Setda) Bengkalis, Burhanudin yang mereka nilai sebagai bentuk pembohongan publik. Burhanudin menyatakan bahwa ganti rugi tanah warga untuk pelebaran Jalan Jenderal Sudirman belum akan dibayar sebelum pelebaran jalan itu dimulai.Padahal, pelebaran jalan itu sudah dimulai sejak tahun 2003 lalu.Warga yang tergabung ke dalam Gerakan Masyarakat Jalan Jenderal Sudirman melalui perwakilan mereka sekitar 20 orang, mengadakan rapat di rumah warga, Akmaludin, Senin (24/1). 

Dalam pertemuan ini, mereka sepakat untuk menyurati Bupati Bengkalis untuk segera merealisasikan ganti rugi tanah mereka yang terkena pelebaran Jalan Jenderal Sudirman itu.Perwakilan warga itu yakni, Akmaludin dari kawasan depan SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Musrialdi dari kawasan Nusantara I, Kasmino dari kawasan Nusantara II, Tommi sebagai penggerak massa dan Dian P dari Nusantara III.

Surat mereka yang bernomor: 01/GM/I/2011 tertanggal 24 Januari 2011 itu menyatakan bahwa dengan telah selesainya pembangunan pelebaran Jalan Jenderal Sudirman Duri, Kecamatan Mandau oleh PT Bina Riau Jaya sejak tahun 2003 dengan menggunakan APBD Bengkalis, maka mereka menuntut tiga hal.

Pertama, sejak dibangun untuk pelebaran jalan tersebut, kami masyarakat pemilik tanah belum mendapat ganti rugi sejak tahun 2003 sampai sekarang.
Kedua, kami masyarakat Jalan Jenderal Sudirman sesuai kesepakatan dengan surat yang dikeluarkan Camat Mandau, H Rozali Zaidun tertanggal 28 November 2007, nomor: 100/Pem/XI/2007/2382, bersedia menyerahkan tanah kepada pemerintah dengan harga yang ditawarkan pemerintah Rp 1 juta per meter.

Ketiga, apabila tidak ada tanggapan hingga tanggal 5 Februari mendatang dari Pemkab Bengkalis, maka kami masyarakat Jalan Jenderal Sudirman akan menguasai tanah kami kembali.Hal ini ditegaskan perwakilan warga, Akmaludin kepada Tribun, bentuk penguasaan tanah mereka itu adalah dengan melakukan blokir Jalan Jenderal Sudirman. 

"Kami akan blokir Jalan Jenderal Sudirman, bila tidak ada tanggapan dari pemerintah hingga tenggat waktu tersebut.Burhanudin telah melakukan pembohongan publik dengan mengatakan tidak akan mengganti rugi tanah kami sebelum pengerjaan jalan dimulai. Pelebaran khan sudah selesai sejak tahun 2003," tegas Akmaludin.

Dikatakan Akmaludin, ada sekitar 5.000 orang lebih pemilik tanah yang terkena pelebaran Jalan Jenderal Sudirman sepanjang lima kilometer dua jalur itu. Pembangunan pelebaran jalan itu dilakukan lebih awal sebelum ganti rugi diberikan karena ganti rugi pelebaran Jalan Hangtuah lebih didahulukan.

"Saat itu dilakukan bersamaan, sehingga pemerintah baru memberikan ganti rugi pelebaran Jalan Hangtuah dengan nilai Rp 500 ribu per meter. Ganti rugi itu dibagikan tiga tahap. Sedangkan untuk Jalan Jenderal Sudirman menyusul dengan harga Rp 1 juta per meternya. Namun, setelah pelebaran  jalan sudah selesai, ganti rugi tidak kunjung diserahkan," jelas Akmal.

Assisten I Setda Bengkalis yang kini menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Bengkalis, Burhanuddin ketika dihubungi ke telepon selularnya mengaku sedang rapat. Namun, ketika dihubungi kemudian sudah tidak aktif. Ketika dibuhungi melalui SMS, hingga berita ini dilansir belum ada jawaban. (nol)


Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe