Home / Bumi Lancang Kuning / Indragiri Hulu
Siswa Tionghoa Ikut Tabuh Bedug
Tribun Pekanbaru - Senin, 24 Januari 2011 12:47 WIB
Share |
Drs-M-Syafriadi-MA-menabuh-bedug.jpg
Rahmadi/ Tribun Pekanbaru
Kepala SMA Negeri 1 Rengat Drs M Syafriadi MA menabuh bedug tanda dibukanya Festival Tabuh Bedug antar SMA dan SMK se
RENGAT, Tribunnewspekanbaru.com - Tabuh bedug selama ini lebih dikenal sebagai pengantar azan, salat maupun takbir keliling menyambut perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, bedug sebenarnya dapat ditabuh untuk pengiring lagu, karena mampu menghasilkan harmoni nada yang enak untuk didengar.

Seperti yang dilakukan siswa SMA dan SMK se-Inhu yang mengikuti Festival Tabuh Bedug yang diselenggarakan SMA Negeri 1 Rengat, Minggu (23/1). Ditangan siswa dan siswi ini, tabuhan bedug berbeda dari yang biasa didengar.Bahkan bedug tak hanya ditabuh oleh kaum muslim, melainkan kaum non-muslim seperti siswa keturunan Tionghoa. 

Festival Tabuh Bedug ini digelar di SMA Negeri 1 Rengat, merupakan agenda tahunan menyambut tahun baru Islam.Selain Festival Tabuh Bedug, panitia juga menggelar lomba Nasyid dan lomba busana muslim antarkelas di SMA Negeri 1 Rengat.  "Jumlah peserta yang ikut ambil bagian pada Festival Tabuh Bedug tahun ini sebanyak 50 grup. 

Sebanyak 22 di antaranya merupakan peserta yang berasal dari perwakilan kelas di SMA Negeri 1 Rengat," kata Ketua Panitia Pelaksana, Ridho Fadillah.Ketua OSIS SMA Negeri 1 Rengat ini berharap, Festival Tabuh Bedug, Nasyid dan Lomba Busana muslim ini mampu menimbulkan kecintaan para siswa terhadap nilai-nilai Islami sekaligus mengingatkan siswa terhadap tahun baru Islam. 

Kepala SMA Negeri 1 Rengat, M Syafriadi, mengakui, kegiatan Festival Tabuh Bedug, terlambat dilaksanakan. Meski demikian, hal tersebut tidak akan mengurangi kemeriahan serta tujuan dari pelaksanaan kegiatan.Festival Tabuh Bedug tersebut, kata Syafriadi, merupakan upaya SMA Negeri 1 Rengat mengembangkan potensi psikomotor (keterampilan) siswa.

Selain itu, diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi yang dibungkus dengan nilai-nilai Islami."Agar pelaksanaan festival Tabuh Bedug ini berjalan secara fair dan objektif, dewan juri didatangkan dari luar SMA Negeri 1 Rengat. Mereka merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya," ujar Syafriadi yang baru beberapa pekan lalu dilantik sebagai Kepala SMA Negeri 1 Rengat ini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Inhu, Ermon Sosiendi, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Inhu menyambut baik Festival Tabuh Bedug yang diselenggarakan SMA Negeri 1 Rengat. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting guna menumbuhkan minat siswa terhadap tahun baru Islam serta kegiatan seni bernuansa islam seperti bedug dan nasyid.

"Apalagi Indonesia adalah dengan penganut muslim terbesar di dunia. Sudah selayaknya tahun baru Islam diperingati dan kesenian Islam dilestarikan," ujar Ermon. (kor1)


Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe