Home / Lifestyle
Ruko Terlihat Terbelah Dengan Adanya Jalan Setapak
Tribun Pekanbaru - Minggu, 23 Januari 2011 18:16 WIB
Share |
home_n_garden_011.jpg
Zul Indra
Rumah sekaligus kafe yang dikelola oleh keluarga Dody di Jalan  Bukit Barisan Pekanbaru tampak elegan dengan molde minimalisnya. Konsep minimalis sudah terlihat mulai dari pintu kaca dibagian depan kafe. Dengan satu buah kaca yang bisa dibuka dibagian tengah dan dua kaca berbentuk kotak dibagian samping semakin memperjelas nuansa minimalis kafe.tersebut

Dilanjutkan kebagian dalam kafe tampak sebuah lantai  yang terbuat dari berbentuk jalan setapak yang terbuat dari granit batu alam bewarna merah gelap. Bentuk jalan setapak tersebut persis sama dengan bentuk plafon yang juga bewarna gelap.

"Terkadang orang melihat dari luar kalau dimalam hari ruko kami seperti terbelah  dua yang diakibatkan bentuk lantai dan plafonnya sama seperti jalan setapak. Dan sebagian orang juga mengatakan ada pantulan dari plafon ke lantai, padahal  hanya desainnya saja yang saya bedakan,"ungkapnya.

Dikatakan Dody jalan setapak tersebut menambah suasana kafe seperti  nuansa alam yang nyaman  sehingga para pengunjung nantinya semakin merasa nyaman dan santai menikmati hidangan yang disajikan.

Sementara untuk lantai lainnya Dody menggunakan batu granit bewarna krem muda. warna tersebut disesuaikan dengan warna dinding yang juga bewarna krem. Sementara untuk plafon Dody menggunakan warna putih.

Selain warna krem, dinding kafe tersebut juga dipadukan dengan warna hijau muda. Dody  mengatakan warna-warna  terang digunakan untuk menghidari suasana yang gelap baik disiang hari maupun dimalam hari.

"Kafe ini  akan banyak dikunjungi oleh orang, jadi saya harus mendesainnya seterang mungkin, namun tidak menghilangkan elegannya. Makanya saya menggunakan warna-warna cerah yang dapat membantu mengurangi pencahayaan kafe,"ujarnya.

Untuk membantu pencahayaan lainnya, Dody menggunakan lampu lampion didalam kafenya. Dikatakan Dody lampu didalam kafe sengaja digunakan  lampion untuk mengurangi rasa panas  ekstrim Pekanbaru  dan sekaligus juga dapat menerangi kafe.

"Suhu udara di Pekanbaru ini cukup panas , kalau digunakan lampu biasa suhu ruangan bisa tambah panas. Kalau pakai lampu lampion ini panasnya sedikit diredam dan juga lampu lampion semakin menambah romantis ruangan kafe,"ungkapnya.

Pada masing -masing dinding ruangan tampak beberapa kotak yang terbuat dari semen. Dinding sebelah kanan terlihat tiga buah kota kecil dan satu buah kotak besar memanjang kesamping. Pada kotak-kotak kecil tersebut diletakan bunga buatan yang terbuat dari porselen.

 "Kotak-kotak itu merupakan rak yang rencanannya digunakan untuk meletakan majalah, menu makanan, hiasan dekorasi dan gambar menu makanan. Yang jelas rak itu multifungsi, untuk rak besar  rencananya digunakan untuk meletakan blackboard untuk menulis menu makanan,"ungkap Dody.

Ditambahkan Dody saat ini ruangan  yang berukuran 4,5 x9,5 meter tersebut belum difungsikan betul karena ia rencananya akan membuka kafe pada pertengahan bulan april mendatang. "Sekarang kami baru menjual fluffy yakni berupa campuran eskrim dengan aneka rasa buah.Beberapa saat kedepan kami berencana juga akan menjual aneka kue. Tapi dari sekarang kami sudah memiliki nama kafe kami yakni Fluffy Kafe. Dan secara berangsur-angsur akan menambah menu makanannya hingga opening nanti,"paparnya. (zid)        

Penulis : zidpoenya
Editor : zidpoenya

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe