Home / Dumai Region
PT.Nindya Karya Janji Kembali
Tribun Pekanbaru - Minggu, 23 Januari 2011 22:44 WIB
Share |
DUMAI, Tribunnewspekanbaru.com - Nasib PT Nindya Karya, kontraktor Proyek Air Bersih (PAB) akan ditentukan Selasa (25/1) pekan ini. Perusahaan yang dijatahkan menyelesaikan pembangunan Uprating System Instalasi Pengolahan Air (IPA) itu telah dideadline Pemerintah Kota (Pemko) Dumai terkait kesiapanya menyelesaikan proyek besar senilai Rp 223 miliar itu. 

"Kami siap datang. Dan sesuai komitmen awal. Kami ingin melanjutkan pengerjaan ini, hingga air bisa mengalir ke rumah-rumah," ujar Project Manager PT Nindya Karya, Prasetya, kepada Tribun, Minggu (23/1).

Ia memastikan siap mempertanggungjawabkan di hadapan Pemko Dumai, selaku owner proyek air bersih, dan juga anggota DPR, yang telah mengesahkan PAB dalam Peraturan Daerah (Perda).  "Apa yang Dinas PU, keluhkan kepada kami, itu betul adanya. 

Bahwa realisasi pengerjaan kami tak sesuai kontrak juga, ya kondisi di lapangannya seperti itu. Tapi, ada itikad baik dari kami untuk melanjutkan lagi proyek ini," ujar Prasetya, yang mengaku baru dua bulan menjabat sebagai project manager PT Nindya Karya. 

"Karena saya sebelumnya tak memegang ini, saya tak etis menyampaikan apa penyebab keterlambatan proyek ini," ujar Prasetya dengan nada datar. 
Ia membernarkan adanya keterlambatan pengerjaan proyek. Prasetya menyebutkan pengerjaan proyek yang menjadi tanggungjawab Nindya Karya barulah sekitar 56 persen. 

Termasuk pabrikasasi perakitan mesin   Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang beroperasi di Bandung, Jawa Barat."Kendala saat ini, adalah pengadaan mesin-mesin itu. Tetapi kami bisa pastikan, 10 bulan lagi, kami janjikan proyek ini bisa diselesaikan," ujar Prasetya. 

PT Nindya Karya merupakan satu dari tiga rekanan Pemko Dumai dalam pengerjaan proyek yang sudah menghabiskan sekitar Rp 117 miliar itu. PT Nindya Karya bertanggungjawab terhadap pengadaan instalasi IPA yaitu dari kapasitas 40 liter per detik menjadi 80 liter per detik, jumlah total nilai proyeknya mencapai Rp 70 miliar. 

Dua proyek lainnya, yaitu PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya, yang  proses pengerjaannya sudah berjalan 85 persen.  Dua jasa kontraktor tersebut bertanggungjawab terhadap pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi air baku dan pipa distribusi. Nilai proyek untuk PT Adhi Karya mencapai Rp 83 miliar. Sedangkan PT Waskita Karya besarnya sekitar Rp 69 miliar. 

Proyek yang berjalan sejak pertengahan 2008 itu belum terealisasi. Padahal proyek yang menggunakan anggaran multiyears ini digadang-gadangkan bakal menyalurkan air ke rumah penduduk pada akhir 2009 lalu.Setelah pergantian wali kota, yaitu kepemimpinan di bawah, Khairul Anwar, proyek ini lebih diseriuskan.

Mengingat kebutuhan masyarakat Dumai saat ini adalah pengadaan air bersih. Pemko Dumai menyerahkan proyek ini untuk diaudit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)."Ya hasilnya, kami harus mempertegas kepada Nindya Karya, mau lanjut atau tidak. Karena janji kontraknya, air itu mengalir pada akhir 2009 bertahap hingga akhir 2010. 

Kondisi di lapangan,  sangat jauh realisasinya," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Zulkifli Said tegas.Dijabarkan Zulkifli, hingga saat ini, pengerjaan PT Nindya Karya baru rampung 25 persen dengan nilai proyek yang sudah dikeluarkan sekitar  Rp 40 miliar. "Kalau ingin melanjutkan, maka kesanggupannya harus  ada perjanjian tertulis di hadapan notaris. 

Agar konsekuensi hukumnya ada. Sehingga dia tidak main-main lagi." ujar Zulkifli.Ia pun menyayangkan alasan yang dikeluarkan PT Nindya Karya terkait pengadaan mesin di luar kota yang  menjadi kendala besar. "Itu bukan alasan mendasar. Proyek ini sudah berjalan sekian lama. Masa pengadaan mesinnya baru sekarang,"ujar Zulkifli lebih tegas. (nng)


Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe