Home / Bumi Lancang Kuning / Kampar
Nyaris Pecah Bentrokan Antarwarga
Tribun Pekanbaru - Minggu, 23 Januari 2011 22:49 WIB
Share |
BANGKINANG, Tribunnewspekanbaru.com - Bentrokan hampir saja pecah di Dusun I, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Minggu (23/1), ketika ratusan warga dari Danau, Kampar, hendak mengolah lahan yang berada di dusun tersebut.Warga asal Danau, Kampar mengaku, lahan yang saat ini diolah oleh masyarakat pendatang dari Sumatera Barat tersebut, merupakan tanah ulayat. 

Beruntung dua kubu yang sudah sempat berhadapan, dapat diredam oleh pihak kemanan."Sejak pukul 06.00 WIB seratusan warga dari Danau sudah mulai berkumpul. Saya saat itu sempat ketakutan melihat mereka masing-masing membawa parang serta cangkul. 

Beruntung masih bisa diselesaikan secara baik-baik," ungkap seorang warga Dusun I yang tidak ingin disebutkan namanya.Ia mengarakan, mereka hendak meminta lahan yang berlokasi di Gang Harapan Raya, Dusun I. Warga mengaku, lahan tersebut merupakan tanah ulayat dan masih hak mereka untuk selanjutnya diolah.

"Niat mereka datang memang untuk mengolah lahan tersebut. Namun, tentunya masyarakat di Dusun I menolaknya. Sebab, lahan tersebut telah sejak lama diolah masyarakat di sini. Kami sudah sejak lama berdomisili dan sudah mendapat pengakuan dari masyarakat Kampar," ujarnya.

Persoalan lahan kemarin baru pertama kali terjadi sejak Desa Rimbo Panjang mulai berkembang. Menurutnya, selama ini tidak ada masalah dengan keberadaan lahan tersebut."Awalnya sempat bersitegang, namun setelah bernegosiasi semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah tidak terjadi bentrokan fisik. Aparat kepolisian juga menengahinya. 

Warga tersebut selanjutnya membubarkan diri setelah diupayakan pembicaraan secara baik-baik," jelas warga tersebut.Kapolsek Tambang, AKP Alwis Sardi saat dikonfirmasi mengenai aksi warga Danau, Kampar, yang mendatangi Dusun I Desa Rimbo Panjang, Tambang, membenarkannya. Namun, menurut Kapolsek, persoalan tersebut sudah diselesaikan secara baik-baik.

"Memang ada keramaian di Dusun I Rimbo Panjang, namun tidak ada bentrokan. Seratusan warga yang datang hanya ingin mengolah lahan saja. Persoalan tersebut sudah diselesaikan kedua belah pihak," ungkapnya.

Alwis menambahkan, massa sudah berkumpul sejak pagi tersebut tidak melakukan tindakan apapun. Demian juga dengan warga sekitar. "Tidak terjadi apapun, kondisi saat itu aman karena tidak terjadi bentrok atau perkelahian," ujarnya. (brt)


Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe