Home / Nasional
Nurdin Bertekad Terus Kuras APBD
Tribun Pekanbaru - Senin, 24 Januari 2011 12:57 WIB
Share |
PEMBUKAAN-KONGRES-PSSI.jpg
Antara Foto
TABANAN, 22/1- PEMBUKAAN KONGRES PSSI. Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid (tengah) didampingi oleh Ketua Badan Liga Indonesia Nirwan D Bakrie (kiri) dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes (kanan) saat pembukaan kongres ke-2 di Hotel Pan Pasific Bali Nirwana Resot, Tabanan, Bali, Sabtu (22/1). Kongres kali ini untuk membahas penyampaian laporan hasil kerja 2010 dan rencana kerja 2011 yang dilaksanakan 21- 22 Januari.
JAKARTA,Tribunnewspekanbaru.com - Ketua Umum PSSI Nurdin Halid  tak peduli larangan Menteri Dalam Negeri yang melarang APBD mengucurkan dana ke klub-klub sepakbola di daerah. Nurdin justru menargetkan akan terus terus menguras uang rakyat itu hingga tahun 2014, bersamaan pelaksanaan pesta demokrat di tanah air.
"Tanpa ada dana dari APBD klub-klub profesional (terutama) di ISL, dan lainnya di Divisi Utama serta di divisi di bawahnya, takkan  bisa berjalan," katanya. Mendagri Gamawan Faudji secara tegas menyatakan penggunaan dana APBD untuk klub-klub sepakbola profesional tidak lagi diperbolehkan. 

Dia menargetkan di tahun 2012 sudah tidak ada lagi klub yang dapat subsidi dari APBD."Penggunaan dana APBD oleh klub-klub sepakbola sebagai sesuatu yang tidak pantas dan rawan dikorupsi. Karena itu harus segera dihentikan," tegasnya.
Sebagian besar klub yang mengikuti kompetisi Indonesian Super League (ISL) yang dikelola PSSI masih "menetek" pada APBD. Tiga kluh yang berhenti 'menyusu'  adalah Persibo, PSM dan Persema, yang memilih pindah ke kompetisi Liga Primer Indonesia  (LPI) yang menyatakan bebas dana APBD.
Wakil Koordinator ICW Emerson Juntho menilai ada tiga kemungkinan penyimpangan jika PSSI baru akan bebas APBD tahun 2014. Pertama, dana itu akan digunakan untuk kampanye pilpres, kedua untuk pilkada.
"Kemungkinan ketiga adalah menaikkan posisi tawar Nurdin, agar langgeng sebagai ketua PSSI," ungkap Emerson, di Jakarta, Minggu (23/1).Itu sebabnya ICW mendesak pemerintah segera menghentikan dana untuk kepentingan klub sepak bola profesional. Menurutnya bila di tahun ini belum bisa dilakukan, maka tahun 2012  penghentian anggaran itu diharap bisa dilakukan.
"Saya harap tahun ini sudah tidak dianggarkan lagi untuk klub sepak bola. Tapi kalau tidak bisa, 2012 harus stop," tambah Emerson.Cara-cara Nurdin untuk tetap memimpin PSSI memang bukan hal yang baru. 

Peserta Kongres Dipaksa Tekan Surat Dukungan

Dalam kongres tahunan  PSSI yang digelar di Tabanan, Bali, Nurdin sengaja mengedarkan surat dukungan kepada para peserta. Surat dukungan terhadap kepemimpinan Nurdin Halid disebarkan melalui kaki tangan Nurdin dan Sekjen Nugraha Besoes. Para peserta diwajibkan menandatangani surat dukungan tehradap Nurdin untuk terus memimpin PSSI.
Selain mengedarkan surat dukungan, Nurdin menjanjikan mengucurkan dana sebesar Rp 2 miliar bagi yang membubuhkan tanda tangan dukungan untuk kembali memilihnya menjadi Ketua Umum PSSI pada pemilihan April nanti.
Ketua Umum Persija Jakarta, Toni Tobias kepada wartawan mengaku jika surat pernyataan dukungan terhadap Nurdin Halid untuk maju kembali menjadi ketua umum PSSI periode 2011-2015 didapat oleh semua pemilik hak suara.
Bahkan, bisa dipastikan jika seluruh peserta telah membubuhkan tanda tangannya mendukung kepemimpinan Nurdin untuk periode selanjutnya. Mereka mengaku tergiur dengan janji kucuran dana dari PSSI."Benar. Bentuk dukungan berupa surat pernyataan dan telah kami tanda tangani," ujar  Tobias dikonfirmasi Tribunnews, akhir pekan tadi.(Tribunnews)

Penulis : zulham
Editor : zulham
Sumber : Tribunnews

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe