Home / Superball
PSSI Dituding Peras Klub Sepakbola
Tribun Pekanbaru - Sabtu, 22 Januari 2011 13:14 WIB
Share |
Asosiasi-Suporter-Indonesia.jpg
Haerudin/ Tribunnews
Kelompok suporter yang menamakan diri Asosiasi Suporter Indonesia (ASI) melakukan teatrikal menjerat leher seorang suporter yang memakai topeng Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Nurdin Halid, saat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, untuk memberikan dukungan kepada KPK dalam pengusutan dugaan korupsi di PSSI, Jumat (21/1)
Berita Terkait
JAKARTA,Tribunnewspekanbaru.com - Kecaman terhadap PSSI yang dipimpin Nurdin Halid terus bermunculan. Kali ini kelompok pencita sepakbola menamakan diri Jambore Perubahan Sepak Bola Indonesia (JPSI).
melaporkan PSSI ke KPK karena diduga selama ini telah memina uang pelicin kepada klub-jlub sepakbola di tanah air.
   
"Ada dugaan gratifikasi PSSI ke klub sepak bola daerah. Untuk menggelontorkan dana dari PSSI (sebuah klub) harus ada pelicin," ungkap koordinator Aliansi Suporter Indonesia, Jundan Hidayat, usai melaporkan adanya dugaan suap dan gratifikasi itu ke KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/1).
   
Dari data-data yang dikumpulkan JPSI, PSSI diketahui menyalahgunakan dana anggaran hibah APBN dan APBD pada tahun 2010 dan 2011 yang mengalir ke PSSI.
   
Anggaran hibah yang dikucurkan kepada PSSI pada tahun anggaran 2010 sendiri mencapai Rp 20 miliar. Sedangkan untuk tahun anggaran 2011 mencapai Rp 80 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN dan APBD dan ditujukan untuik kepentingan sepakbola Nasional.
   
"Dimungkinkan PSSI menyalahgunakan dana APBN untuk sepak bola yang selama ini tidak ada transparansi," tuturnya. Sayangnya Jundan tak mengungkap berapa besaran dana yang disalahgunakan itu.
   
Jundan mengaku menyayangkan adanya praktek-praktek suap, korupsi, dan gratifikasi di tubuh PSSI. Pasalnya, praktek-praktek tersebut berimbas buruk di banyak sektor pembangunan olahraga nasional, khususnya yang menyangkut dengan sepakbola. Salah satu contohnya, katanya, adalah terlantarnya pembangunan infrastruktur sarana olahraga.
   
Selain itu, ulah oknum-oknum PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid itu, juga telah menyebakan banyaknya pemain muda berpotensi tinggi yang tidak tersalurkan bakatnya. "Karena walaupun ada dana APBD itu bukan untuk infrastruktur dan pemain muda. Tapi untuk gaji pemain asing yang selangit. Oleh karenanya gaji pemain asing yang selangit juga harus di audit karena uang APBD adalah uang rakyat," kata dia.
   
JPSI mendesak KPK segera menyelidiki dan bahkan menyidik penggunaan dan pengelolaan dana APBD yang masuk ke klub sepak bola, dan bukan hanya melakukan kajian semata."Ada dugaan korupsi pemborosan dana APBD untuk pengelolaan klub sepakbola. Kemungkinan bisa diselewengkan oleh pengurus klub. Kita minta BPK, KPK audit dana APBD," tuntutnya.
   
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid saaat membuka Kongres Tahunan PSSI di Hotel Pan Pasific, Tanah Lot, Tabanan, Bali. mengklaim dirinya sukses memimpin PSSI.Nurdin menyatakan kesuksesan timnas Indonesia pada piala AFF 2010 sebagai pencapaian gemilang keberhasilannya memimpin PSSI.
   
"Faktanya kualitas timnas Indonesia yang tampil sangat luar biasa di piala AFF. Ini sebuah fakta di depan mata kita. Mereka bukan datang secara tiba-tiba, tapi berkat kerja keras kita semua," ujarnya.
   
Sekjen PSSI, Noegraha Besoes mengatakan kongres merupakan agenda tahunan PSSI untuk mengevaluasi kegiatan dari tahun yang berjalan. Tak hanya itu, dalam agenda mereka juga akan membahas dan mengesahkan rancangan kerja untuk tahun berikutnya (tribunnews)
 

Penulis : zulham
Editor : zulham
Sumber : Tribunnews

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe