Home / Dumai Region / Dumai
Harga Beras Mencapai Rp 12 Ribu
Tribun Pekanbaru - Jumat, 21 Januari 2011 23:02 WIB
Share |
DUMAI, Tribunnewspekanbaru.com - Harga beras di pasaran Kota Dumai semakin melonjak tajam. Sepekan lalu harga beras kualitas tinggi yang dipasok dari Sumatera Barat, masih sekitaran Rp 9000 per kilogram.  Memasuki pekan ketiga awal tahun ini, harga beras terus menaik hingga Rp 12.500 per kilogram.

Untuk beras jenis yang sama, kenaikan harga diawali sejak akhir Desember 2010 lalu. Dan terus merangkak naik mulai kisaran Rp 8.000 per kg - Rp 9.000 per kg, pernah juga diposisi harga Rp 10.500 per kg hingga Rp 12.500 per kg. Parahnya lagi, kenaikan beras ini diikuti kenaikan harga sejumlah sembako.

Diantaranya, cabe merah yang pekan lalu dipatok seharga Rp 40 ribu, pekan ini sudah diposisi Rp 42 ribu. Bawang merah yang sebelumnya hanya Rp 16 ribu, sekarang seharga Rp 20 ribu."Sama seperti daerah lain, gagal panen yang disebabkan cuaca ekstrim lah yang mengakibatkan harga beras tinggi," ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Dumai, Kamaruddin, kepada Tribun, usai mengikuti rapat koordinasi ketahanan pangan di Hotel Comfort Dumai, Jumat (21/1).

Meskipun cuaca ekstrim sebabkan kuantitas produksi beras menurun, tetapi Kamarudin, memastikan bahwa merangkaknya harga bukanlah ditentukan oleh para produsen. Munculnya harga hingga diatas Rp 10 ribu per kilo itu adalah hasil mekanisme pasar, dimana para distributor dan agen khawatir dengan stok beras yang semakin hilang dipasaran.

"Kenaikan beras bukan bersumber dari produsen. Tetapi distributor dan para agen. Mereka khawatir beras tak lagi ada dipasaran," ujar Kamarudin.
Seorang pedagang beras di Pasar Dock, Junaidi, mengiyakan jatah beras yang diperolehnya untuk berjualan lagi semakin menipis.

"Digudang agen pun jarang ada beras, sementara pembeli sudah beralih ke beras lain yang lebih murah," ujar Junaidi. Ia memastikan tingginya harga beras mempengaruhi penjualannya. "Ada beberapa pembeli lebih memilih beras-beras kualitas biasa saja, seperti beras dari Siantar atau Palembang,"ujar Junaidi.

Harga beras dari Sumatera Utara hanya dipatok seharga Rp 9.000 per kg. Sedangkan beras asal Palembang harganya hanya Rp 8.100."Iya untungnya pasokan beras dipasar tidak hanya dari Sumbar. Di Dumai pun ada beras dari Sumut dan Palembang yang harganya masih dibawah Rp 10 ribu," ujar Kamarudin.

Seorang pembeli yang dijumpai Tribun, malah mengaku tetap mengkonsumsi beras kualitas tinggi yang dibandrol Rp 12.000. "Kami pedagang, jadi tak bisa berjualan dengan beras jelek. Kasian yang makan," ujar Yatmi, yang mengakui memiliki warung nasi. (nng)  

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe