Home / Bumi Lancang Kuning / Kampar
Sanak Lempar Telur ke Pendopo Bupati
Tribun Pekanbaru - Jumat, 21 Januari 2011 12:52 WIB
Share |
demo-kantor-bupati-kampar.jpg
Budi/ Tribun Pekanbau
LEMPAR TELUR - Puluhan mahasiswa dari Satuan Anak Negeri Kampar (Sanak) melempar gedung pendopo kantor Bupati Kampar dengan telur dan mencoretnya menggunakan cat semprot, Kamis (20/1). Dalam aksinya, massa menuliskan kata-kata Dikontrakan dan Mess Mahasiswa di plang Balai Pendopo.
BANGKINANG, Tribunnewspekanbaru.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Satuan Anak Negeri Kampar (Sanak), melempari  tulisan Balai Bupati di Kantor Bupati Kampar dengan telur, serta mencoretnya dengan cat semprot dengan tulisan di Dikontrakkan, Kamis (20/1).

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap Bupati Kampar yang jarang menempati Pendopo di Jl M Yamin, Bangkinang. Dalam orasinya, berkali-kali mahasiswa menyatakan pembangunan Pendopo hanyalah menghambur-hamburkan uang daerah, sementara jarang difungsikan.

"Buat apa Pemda membangun gedung besar dengan menghamburkan uang. Sementara, gedung ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Bupati lebih banyak menghabiskan waktu diluar Kampar. Lebih baik gedung ini dikontrakkan saja," teriak mahasiswa lewat megaphone.

Bahkan, beberapa kali mahasiswa meneriaki, gedung Pendopo Bupati selama ini hanya menjadi sarang burung liar saja. Mahasiswa mendesak agar gedung tersebut sebaiknya dikontrakkan atau sebaiknya dijadikan mess mahasiswa saja.

"Kita jadikan mess mahsiswa saja biar lebih bermanfaat. Buat apa gedung dibangun bagus-bagus kalau hanya untuk menjadi pajangan saja. Bahkan gedung ini sudah menjadi sarang burung gereja," teriak mahasiswa.Mahasiswa juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kampar melakukan pengawasan serta ke depannya memilih pemimpin yang bersih.

Dalam pernyataan siakapnya, dikatakan saatnya rakyat Kampar menyadari yang layak menjadi pemimpin Kampar adalah orang yang bersih dan tidak tersandung dalam kasus korupsi yang merugikan negara. "Kita ingin mengimbau kepada seluruh masyarakat Kampar agar memilih pemimpin yang bersih.

Dengan demikian Kampar ke depannya akan lebih baik dengan pembangunan yang merata tanpa ada permainan yang merugikan masyarakat," ujar Koordinator Lapangan Aksi, Iwan.Meski hanya berjumlah puluhan saja, namun aksi dilakukan mahasiswa kemarin menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pengendara yang melewati bundaran Pendopo.

Apalagi,  saat mahasiswa membakar ban bekas. Tak ayal, api yang membumbung diserta asap berwarna hitam menjadi tontonan.Puas melakukan orasi, mahasiswa selanjutnya mendekati gedung Pendopo. Secara bersama-sama, mahasiswa melempari nama Balai Bupati dengan telur.

Tak sampai di situ, mahasiswa juga mencoret tulisan tersebut dengan cat semprot dengan tulisan Mess Mahsiswa dan Dikontrakkan."Kita meminta pemerintah daerah lebih peduli. Jangan hanya menghabiskan waktu di luar kabupaten. Sementara masyarakat butuh perhatian. Kita ingin pemimpin yang lebih bersih,"  ungkap salah seorang Mahasiswa, Hanafi.

Setelah melakukan aksi lempar telur serta coret-coretan, mahasiswa melanjutkan aksi menuju Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar. Di KPU, mahasiswa menyampaikan aspirasinya agar KPU tetap independen serta tidak terpengaruh oleh politik busuk.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga menyerahkan komitmen bersama untuk menyelenggarakan Pemilukada yang bersih, tidak ada money politic serta upaya mengganjal pasangan lainnya dengan saling menjelak-jelekkan. (brt)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe