Home / Bumi Lancang Kuning / Kampar
Rimbo Panjang Rawan Konflik Lahan
Tribun Pekanbaru - Kamis, 20 Januari 2011 22:49 WIB
Share |
BANGKINANG, Tribunnewspekanbaru.com - Bupati Kampar, Burhanuddin Husin, mengingatkan Kepala Desa Rimbo Panjang, Zalka Putra untuk berhati-hati serta waspada terkait permasalahan lahan dan kepemilikan tanah di wilayahnya.Pasalnya, Desa Rimbo Panjang merupakan kawasan pertumbuhan permukiman baru yang bersentuhan langsung dengan Kota Pekanbaru, sangat rawan konflik kepemilikan lahan.

"Saya ingatkan, Desa Rimbo Panjang ini desa di Kecamatan Tambang yang memiliki potensi konflik tinggi.Sebab, kawasan ini terdapat banyak lahan yang berdekatan dengan Kota Pekanbaru. Namun Desa Rimbo Panjang juga memiliki peluang cerah, karena perbataan tersebut.

Tentunya langsung berdampak akan kemajuan Pekanbaru," jelas Bupati Burhanuddin Husin, usai melantik dan mengambil sumpah Zalka Putra sebagai pejabat Kepala Desa Rimbo Panjang, Kamis (20/1), di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang.Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat dan mengingatkan kepala desa serta camat jangan mudah memberikan rekomendasi atau surat keterangan apapun terkait jual beli tanah.

"Masyarakat jangan mudah menjual dan memindahkan hak kepemilikan tanah yang dimiliki. Sebab, hasil pemantauan lahan masyarakat di daerah ini setiap tahun cenderung mengalami penurunan," ungkap Bupati.Burhanuddin Husin menjelaskan, secara umum bahwa Kecamatan Tambang tercatat sebagai kecamatan tercepat kelima pertumbuhan penduduknya setelah Siak Hulu, Tapung, Tapung Hulu dan Hilir, mencapai 5 persen pertahunnya.

"Kondisi ini perlu diwaspadai, sebab dari 8.000 program pembangunan rumah sangat sehat (RSS) yang dikembangkan di Kota Pekanbaru, 7.000 di antaranya berada di wilayah Kabupaten Kampar. Antara lain, Desa Rimbo Panjang, Tarai Bangun, Kualu dan Teluk Kenidai," jelas Burhanuddin Husin. (brt)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe