Home / Bumi Lancang Kuning / Indragiri Hulu
Massa Pro dan Kontra Rustam Berpapasan
Tribun Pekanbaru - Jumat, 21 Januari 2011 12:31 WIB
Share |
demo-pilkades-inhu.jpg
Rahmadi/ Tribun Pekanbaru
DEMO PILKADES - Ratusan massa kontra Kades Bukit Petaling terpilih Rustam mendatangi gedung DPRD Inhu, Kamis (20/1). Di saat bersamaan.
RENGAT, Tribunnewspekanabru.com - Meski Kepala Desa Bukit Petaling terpilih sudah dilantik Bupati Inhu Yopi Arianto, namun pro-kontra terkait Pilkades tak kunjung tuntas. Warga desa yang menganggap ada kecurangan pada proses tersebut, Kamis (20/1), kembali mendatangi Bappemades dan DPRD Inhu.

Ratusan warga Bukit Petaling yang dikoordinir Taifur dan Mustakim, menganggap, banyak kecurangan yang terjadi pada Pilkades yang oleh Panitia Pilkades dengan meluluskan Rustam sebagai calon. Padahal Rustam tidak memiliki syarat sah sebagai calon."Banyak syarat yang tidak dipenuhi oleh Rustam, namun ia tetap saja bisa mengikuti pemilihan.

Selain itu, juga banyak pemilih yang ikut memilih bukanlah warga Bukit Petaling dan terdapat pemilih belum cukup umur," ungkap Taifur.Taifur mengatakan, kedatangannya mereka bukan untuk menuntut SK Bupati terkait pelantikan Kades Bukit Petaling terpilih. Tetapi, mereka menuntut agar kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkades dapat diselesaikan secara jelas.

"Kami sudah minta agar kecurangan itu ditindaklanjuti sebelum Kades dilantik. Namun, DPRD Inhu dan Bappemades saat itu berjanji untuk menyelesaikannya setelah kades dilantik. Namun, setelah beberapa kami menunggu, belum juga ada tanda-tanda penyelesaian. Makanya kami kembali mendatangi DPRD Inhu," jelasnya.

Saat mendatangi DPRD Inhu, rombongan massa yang kontra dengan Rustam sempat berpapasan dengan rombongan pendukung Rustam yang juga hendak mendatangi DPRD Inhu. Namun,tidak diketahui alasan mereka datang ke DPRD Inhu, karena izin yang dikeluarkan Polres Inhu hanya untuk massa kontra Rustam saja.

Beruntung, tidak sampai terjadi bentrok, karena Polres Inhu langsung mengantisipasi dan mengawal para pendukung Rustam untuk tidak langsung berinteraksi dengan pendukung lainnya. Akhirnya rombongan pro-Rustam dibubarkan oleh Polisi karena tidak memiliki izin.

Waka Polres Inhu, Kompol Ferry Raimon Ukoli mengungkapkan, kedatangan rombongan pro-Rustam atas undangan Ketua Komisi A DPRD Inhu, Suradi. Namun, yang diundang hanyalah perwakilan."Ternyata yang datang jumlahnya besar, makanya kami bubarkan untuk mengantisipasi hal tak diinginkan terjadi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Inhu, Suradi SH membenarkan dirinya mengundang massa pro-Rustam untuk menggelar pertemuan. Namun hanya perwakilan saja. Suradi juga tidak menyangka warga yang akan datang seramai
itu.

"Sebelumnya kita juga sudah menjadwalkan hearing untuk masalah ini, namun karena DPRD masih dalam pembahasan RAPBD, maka terpaksa kita tunda,
" alasan Suradi, seraya berjanji akan melakukan kembali hearing dengan pihak terkait termasuk Bappemades dan Panitia Pilkades pada Kamis (27/1). (kor1)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe