Home / Pekan Life
Oknum Polisi Seret Istri di Jalanan
Tribun Pekanbaru - Kamis, 20 Januari 2011 12:57 WIB
Share |
Kdrt.jpg
Internet
Ilustrasi
Berita Terkait
PEKANBARU, Tribunnewspekanbaru.com - Polisi seharusnya menjadi pengayom bagi masyarakat, apalagi bagi keluarganya sendiri. Tapi tidak halnya bagi oknum polisi, Brigadir Dd, anggota Sabhara Polseta Tampan yang tega menganiaya istrinya sendiri.Citra (27), istri dari Brigadir Dd, masih mengalami trauma atas kekejaman suaminya. Ia terbaring lemah saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Pekanbaru, Rabu (19/1).

Bekas penganiayaan sang suami, masih terlihat jelas dengan luka lebam di bagian wajah. Citra belum siap diwawancarai.Menurut ibu korban, Ranti (48), kepada Tribun, peristiwa penganiayaan ini berawal pada Senin sore (17/1). Biasanya saat pulang kerja, korban dijemput oleh abang kandungnya. Namun hari itu abangnya berhalangan, maka dia dijemput oleh suaminya.

"Sore itu dia menghubungi saya, bahwa dia tidak perlu dijemput karena pulang bersama suaminya. Sekitar pukul 19.00 malam, ia menghubungi saya lagi, dia bilang tidak jadi pulang ke rumah, karena sudah terlalu lelah sehabis kerja seharian," kata Ranti. Pernyataan dari korban membuat Ranti heran. Biasanya korban selalu pulang ke rumahnya karena kedua anak Citra dititipkan di rumahnya.

"Saya bilang ke dia kenapa kok tiba-tiba pulang ke rumah dinas suaminya di Asrama Polisi, soalnya anak-anaknya ada di rumah saya. Tapi karena itu sudah menjadi keputusannya, ya saya tidak banyak bertanya lagi," katanya.
Sekitar pukul 22.30 WIB, korban menghubungi ibunya melalui sambungan telepon, dan memberitahu bahwa ia telah dianiaya oleh suaminya dan ditelantarkan di pinggir jalan.

"Tolong ma.. Tolong ma.. Citra dipukul dan diseret-seret Dd di jalan," kata Ranti menirukan suara anaknya.Mendengar jeritan minta tolong anaknya, Ranti membangunkan suaminya dan anak-anaknya untuk mencari Ranti yang telah dianiaya oleh suaminya di jalan. "Kita langsung meluncur ke Jalan Kuantan Raya, akhirnya Citra ditemukan oleh abangnya sedang sembunyi di bawah meja sebuah warung dengan kondisi luka-luka dan ketakutan.

Ia mengaku dipukul pakai helm dan diancam akan dibunuh oleh suaminya. Setelah itu dia pingsan dan langsung kita bawa ke rumah sakit," ungkapnya.
Perasaan Ranti sebagai seorang ibu yang telah merawat anaknya sejak kecil hingga dewasa, merasa sedih dan tidak tega melihat menderitaan yang dialami oleh putrinya. Ia berharap agar masalah ini bisa berjalan sesuai dengan hukum yang ditegakkan di institusi Polri.

"Saya berusaha untuk tegar dan berusaha untuk fokus merawat dia, walaupun sebenarnya saya tidak tega melihat kondisinya. Selain lebam-lebam karena dipukul pakai helm, batuknya juga sering mengeluarkan darah," tuturnya. Perilaku arogan dan ringan tangan yang ditunjukkan oleh Brigadir Dd kepada anaknya sudah sering terdengar dari sejak awal mereka membina rumah tangga, tetapi baru kali ini terungkap karena selama ini korban sering menutup-nutupi masalah KDR yang dialaminya.

"Saya sudah sering mendengar kalau anak saya sering dianiaya oleh suaminya. Kedua cucu saya sering melihatnya, tetapi saya sebagai orangtua tidak bisa berbuat banyak karena itu merupakan masalah rumah tangga mereka. Anak saya orangnya pendiam, jadi dia selalu memendam masalah rumah tangga dan tidak pernah menceritakan permasalahan rumah tangganya kepada saya," tutupnya.

 
Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Sapta Maulana Marpaung, kepada Tribun, membenarkan adanya kasus penganiayaan oleh oknum polisi terhadap istrinya.  "Kejadian itu memang benar adanya dan pelaku telah ditahan oleh Provost Polresta Pekanbaru, pada Selasa (18/1), pukul 21.00 WIB.Tapi sekarang saya belum bisa memberikan keterangan, karena berkas-berkasnya masih belum sampai ke meja saya," kata Sapta. (cr10)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe