Home / Bumi Lancang Kuning / Kampar
Nahrawi Serahkan Diri
Tribun Pekanbaru - Senin, 17 Januari 2011 23:25 WIB
Share |
BANGKINANG, Tribunnewspekanbaru.com - Terpidana kasus korupsi Pembebasan Lahan PLTA Koto Panjang, Kampar, Nahrawi (75), memenuhi panggilan ketiga dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkinang. Pemanggilan tersebut merupakan bagian eksekusi vonis Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2008 silam.

Diantar pihak keluarga, mantan Kepala Desa Mayang Pongkai, Kampar ini, langsung menuju Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang, didampingi staf Kejari Bangkinang. Kejaksaan sendiri mengaku eksekusi terhadap Nahrawi dilakukan secara persuasif dengan tercapainya kesepakatan dengan keluarga yang sebelumnya diupayakan lewat jalur perundingan.

"Selain kita telah melayangkan surat panggilan ketiga, eksekusi terhadap terpidana juga diupayakan lewat pendekatan dengan keluarga. Alhamdulillah, tadi (kemarin) sekitar pukul 13.30, bersangkutan diantar langsung keluarganya menuju Lapas Bangkinang untuk selanjutnya menjalani masa tahanan sesuai dengan putusan MA," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Bangkinang, Insyayadi, Senin (17/1).

Kasi Intel menjelaskan, proses eksekusi tidak melibatkan kepolisian, karena Nahrawi menyerahkan diri secara baik-baik. Saat masuk ke Lapas, kesehatan Nahrawi agak terganggu. Meski demikian, ekseskusi tetap dilakukan sesuai dengan rekomendasi putusan MA nomor   1087 K/PID.SUS/2008 tertanggal 24 September 2008.
"Eksekusi yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur.

Selanjutnya terpidana akan menjalankan masa hukumannya selama satu tahun, sesuai dengan putuan MA," ungkap Insyayadi.Tim eksekusi Kejari Bangkinang, Kicky Artianto mengungkapkan, keluarga terpidana sudah menyepakati untuk menyerahkan diri. Nahrawi langsung diantar ke Lapas untuk selanjutnya menjalankan masa tahanannya.

"Sesuai dengan putusan MA, terpidana akan menjalankan masa tanahannya selama satu tahun. Persoalan denda yang juga dibebankan Rp 30 Juta, itu akan dikondisikan setelah masa tahanan akan berakhir. Kita pastikan dulu yang bersangkutan sudah menjalankan masa tahanannya," ujar Kicky.

Kicky menjelaskan, Kejari akan terus melakukan upaya pendekatan dengan terpidana lainnya, anggota DPRD Kampar, Abdul Manan Datuk Majo Kayo. Menurutnya eksekusi juga akan segera dilakukan secapat mungkin. Meski demikian, ia berharap terpidana menyerahkan diri dengan baik-baik.

"Kita akan eksekusi terpidana Abdul Manan. Namun, kita akan upayakan lewat jalur perundingan dengan keluarga. Selain itu, kita juga masih menyelidiki keberadaan yang bersangkutan. Kita meminta Abdul Manan untuk menyerahkan diri saja, seperti yang dilakukan terpidana Nahrawi," pinta Kicky.

 Seusai menyerahkan diri, Nahrawi dimasukkan ke dalam sel yang berada di Blok C. Ia akan berbaur dengan enam orang terpidana lainnya. Tidak ada perlakuan khusus terhadap terpidana tersebut.Hanya saja dengan kondisi kesehatannya yang sakit, Lapas Bangkinang akan terus melakukan  kontrol.

"Berkas administrasi penyerahan terpidana sudah kita terima dari Kejaksaan. Kita tidak bisa menolak, penahanan sudah sesuai prosedur serta memiliki landasan hukum kuat. Kita hanya mengontrol kesehatan bersangkutan minimal dua kali dalam satu hari.

Jika upaya kita lewat perawat Lapas tidak memungkinkan, kita akan rujuk kerumah sakit," ungkap Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Klas IIB Bangkinang, Hendro.Humas Pengadilan Negeri Bangkinang, Jumadi saat dikonfirmasi Tribun terkait eksekusi seorang terpidana korupsi lahan PLTA Koto Panjang, mengatakan, belum menerima berita acara eksekusi dari kejaksaan.

Meski tidak ada limit waktu, namun ia berharap berita acara eksekusi tersebut segera di berikan ke PN. Berita acara tersebut sifatnya hanya pengawasan. (brt)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe