Home / Bumi Lancang Kuning / Indragiri Hulu
Kota Tembilan Terancam Terisolir
Tribun Pekanbaru - Selasa, 18 Januari 2011 19:59 WIB
Share |
Ruas-jalan-Rengat-Tembilahan-di-KM-220-yang-berada-di-Desa-Sungai-Raya.jpg
Rahmadi/ Tribun Pekanbaru
NYARIS PUTUS - Ruas jalan Rengat-Tembilahan di KM 220 yang berada di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, longsor akibat turap penahan tebing terkikis. Dengan kondisi seperti ini, Kota Tembilan terancam terisolir, jika tidak segera diperbaiki badan jalan tersebut.
RENGAT, Tribunnewspekanbaru.com - Jalan lintas Rengat-Tembilahan yang berada di KM 220, Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, terancam putus. Pasalnya, hampir tiga perempat badan jalan terkikis longsor akibat turap penahan badan jalan miring, ditambah curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini.  

Longsornya badan jalan tersebut, sebenarnya sudah terjadi sejak 17 September 2010 lalu. Namun, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah. Padahal Jalan Rengat-Tembilahan merupakan akses utama yang menghubungkan dua kabupaten tersebut.

Pantauan Tribun, akibat longsor, masyarakat sudah memberikan tanda dengan menggunakan drum bekas, agar kendaraan yang melintas tidak terperosok ke dalam longsoran. Apalagi pada malam hari di sekitar jalan tidak terdapat penerangan.Kendaraan pribadi dan kendaraan umum yang melintas harus ektra hati-hati karena badan jalan hanya menyisakan beberapa meter saja.

Untuk kendaraan berat, seperti truk pengangkut CPO dan truk barang, sangat rawan melewati jalan tersebut. Kondisi itu juga menyebabkan kemacetan meskipun tidak begitu parah.Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kimpraswil Inhu, Armen, mengatakan, dinasnya telah melaporkan longsornya Jalan Rengat-Tembilahan di Desa Sungai Raya tersebut kepada Perencanaan Pengawasan Jalan dan Jembatan (P2JJ) Riau.

Alasannya, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional yang dianggarkan melalui APBN.Armen yang didampingi Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Ucik Syahrial menambahkan, hasil konsultasi sementara dengan P2JJ Riau, diketahui untuk sementara, akan dibuatkan jalan alternatif, namun harus menggunakan halaman rumah warga sekitar.

Armen mengakui, jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Kabupaten Inhu dan Inhil. Selain itu jalan tersebut juga selalu dilalui kendaraan yang memiliki tonase di atas sembilan ton, sehingga mempercepat longsor terjadi. Apalagi turap penahan badan jalan sudah rusak.

"Kita khawatir, pasang surut akan mempercepat proses pengikisan jalan," jelas Armen. Terkait pelarangan kendaraan bertonase berat melintas dijalan tersebut dan mengalihkannya ke Jalan Lintas Samudra, Armen enggan mengomentarinya. Karena itu merupakan wewenang Dinas PU, melainkan Dishub dan Satlantas. (kor1)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe