Home / Dumai Region / Duri
Murid SD Menangis Histeris Saat Terjaring
Tribun Pekanbaru - Kamis, 13 Januari 2011 23:24 WIB
Share |
DURI, Tribunnewspekanbaru.com - Sebanyak 10 orang murid sekolah dasar bersama empat orang siswa SMP dan empat orang siswa SMA, terjaring operasi penertiban warung internet (warnet) oleh Sat Pol PP Mandau, Kamis (13/1). Beberapa orang diantara mereka sempat menagis histeri saat diamankan di Kantor Sat Pol PP Mandau, Jalan Sudirman.

Mereka terjaring dari beberapa warnet di Jalan Tambusai dan Jalan Sudirman.
Pantauan Tribun di lapangan, operasi yang digelar Sat Pol PP Mandau itu dimpimpin langsung Kasi Trantib Mandau, Amirudin. Mereka langsung menyisiri satu persatu warnet di Jalan Sudirman dan Jalan Tambusai.

Di sebuah warnet di Jalan Sudirman, dari pintu masuk sudah terdengar suara tembakan game online yang rupanya bernama Point Blank itu. Anggota Sat Pol PP langsung mengepung tempat itu dan meriksa satu persatu. Ternyata di ruangan khusus game online, ditemukan para murid SD memainkan game tersebut.

Kedatangan anggota Sat Pol PP yang tiba-tiba di dan tanpa sepengetahuan mereka, membuat murid SD itu terkejut dan ketakutan, sehingga ada diantara mereka yang sampai menangis histeris dan minta tidak dibawa Sat Pol PP. "Jangan pak, jangan pak, jangan bawa aku pak. Nanti aku dimarahi mak. Tolong aku pak," isak seorang dari mereka.

Camat Mandau melalui Kasi Trantib Mandau, Amirudin kepada Tribun menyebutkan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa banyak warnet yang tidak melarang murid SD, dan siswa mengakses internet dan main gam online pada jam sekolah. Maka pihaknya melakukan operasi rutin untuk membuktikan hal itu.

"Ternyata, memang betul banyak warnet yang membiarkan murid SD dan siswa bermain internet pada jam seklah. Maka, kita ingatkan kepada pemilik warnet supaya tidak menerima pelajar saat jam sekolah masih ada. Apabila nantinya ini masih berlarut-lart dan ditemukan ada siswa di dalam warnet, maka izinnya akan ditinjau ulang," tegas Amirudin.

Pada operasi tadi, ulas Amir, berhasil diamankan 10 orang murid SD, empat orang siswa SMP dan empat orang siswa SMA. Mereka diamankan dari beberapa warnet di Jalan Sudirman dan Jalan Tambusai. "Mereka kita berikan pembinaan dan kemudian kita serahkan kepada orangtua dan sekolah mereka," ujar Amir.

Dikatakan Amir, ia tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan supaya melakukan pengawasan ekstra ketat kepada siswanya, sehingga tidak ada siswanya yang berkeliaran dan terjaring di warnet pada saat jam sekolah masih ada."Ini menunjukkan bahwa seklah belum serius mendidik generasi bangsa ini.

Maka, kepada sekolah kita tekankan supaya benar-benar mendidik generasi muda bangsa ini, sehingga generasi muda ini menjadi orang yang berguna bagi bangsa. Orangtua juga harus berperan aktif untuk mengawasi dan selalu menasehati anaknya, sehingga anaknya benar-benar tumbuh menjadi anak yang berguna.," jelas Amir.

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe