Home / Dumai Region / Duri
Empat Siswa Kembali Terjaring
Tribun Pekanbaru - Jumat, 14 Januari 2011 03:11 WIB
Share |
siswa-bolos.jpg
Pitos/ Tribun Pekanbaru
Tertangkap - Empat orang siswa saat diamankan di Kantor Sat Pol PP Mandau. Keempat siswa ini ditangkap karena berada disebuah warung internet pada saat jam sekolah.
DURI, Tribunnewspekanbaru.com - Sebanyak empat orang siswa dari tiga sekolah di Mandau kembali terjaring dalam operasi rutin Sat Pol PP Mandau, Rabu (12/1). Keempat siswa ini tertangkap basah sedang main game online di warung internet (warnet) St 88 Jalan  Sudirman, Duri. Ini untuk kedua kalinya siswa tertangkap basah kongkow di warnet pada saat jam sekolah.

Empat orang siswa itu berasal dari tiga sekolah. Dua diantaranya siswa SMK, satu siswa SMA dan satu orang siswa SMP. Keempat siswa ini diboyong ke kantor Sat Pol PP Mandau dan diberikan nasehat dan diserahkan kepada orangtua mereka masing-masing.

Dua siswa SMK itu yakni Ep dan Wi, mereka kepada Tribun mengaku sedang Praktek Lapangan (PL), sehingga mereka tidak ke sekolah. "Saya sedang PL bang, jadi sudah keluar makanya saya singgah di warnet," ujar Ep.Sedangkan Wi mengaku sedang mengurus PL-nya. Ia sudah ke sekolah dan sudah selesai mengurus PL-nya. "Saya selesai mengurus PL, karena saya mau PL.

Di sekolah sudah selesai, makanya saya pulang dan singgah di warnet," sebut Wi. Sedangkan In yang seorang siswa SMA kepada Tribun mengaku terlambat datang ke sekolah, sehingga pagar sekolah sudah tutup dan ia tidak bisa masuk. "Saya terlambat ke sekolah, ketika sampai di sekolah pagarnya sudah tutup, maka saya tidak diperbolehkan masuk.

Saya pulang dan mampir di warnet untuk main game online," jelas In.
Sementara, Rc seorang siswa SMP kepada Tribun mengaku bolos sekolah, sehingga ia mampir di warnet dan main game online (poin blank).Kasi Trantib Kecamatan Mandau, Amirudin kepada Tribun menyebutkan, keempat siswa ini diberikan pembinaan dan diserahkan kepada orangtuanya untuk diberikan nasehat lebih lanjut.

"Kita harapkan kepada orangtua untuk menasehati dan menjaga anaknya supaya benar-benar pergi sekolah, sehingga tidak mampir di warnet, karena ini akan mengganggu proses belajarnya. Kepada sekolah juga diharapkan supaya meningkatkan pengawasan terhadap siswanya, sehingga tidak ada siswa yang keluar sekolah pada saat jam pelajaran masih ada," papar Amir. (nol)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe