Home / Superball
PSPS Kantongi Kelemahan Singo Edan
Tribun Pekanbaru - Selasa, 11 Januari 2011 10:02 WIB
Share |

Laporan : Syafruddin

PEKANBARU, TRIBUN- Arema Indonesia kini sedang terluka, pasca dihempaskan Persija Jakarta 2-1 pada lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) Minggu (9/1) kemarin. Momen ini lah yang harus dimanfaatkan PSPS untuk mendulang kemenangan di laganya menjamu Singo Edan, Rabu petang (12/1) besok.

Meski begitu, PSPS wajib ekstra waspada dengan kekuatan tim Arema. Sebab, tim asal Kota Malang itu di huni pemain yang berkualitas dan sarat pengalaman. Sebut saja empat pemain asingnya, Noh Alam Shah, M Ridhuan, Roman Chmelo dan Pierre Njanka dan beberapa pemain lokal.

Mereka merupakan pilar Arema selama ini yang menjadi motor serangan. Menjamu Arema, PSPS punya keuntungan, yakni bisa mempelajari permainan tim asuhan Miroslav Janu dari laganya lawan Persija kemarin.

Kekuatan mereka bertumpu pada kuartet asing, Noh Alam Shah, M Ridhuan, Roman Chmelo dan Pierre Njanka. Empat pemain ini lah yang menjadi kekuatan Arema. Bila pemain PSPS bisa meredam aksi mereka, maka permainannya tidak akan berjalan mulus.

Asisten Pelatih PSPS Aprizal mengatakan, dirinya sudah mendapat gambaran yang jelas terkait peta kekuatan Arema. Dari hasil pengamatannya, Noh Alam Shah dkk merupakan tim yang solid dan juga lebih mengandalkan kolektivitas tim.

Soal kekuatan tim, dia menilai barisan depan harus diwaspadai. Selain memiliki kecepatan, mereka juga memiliki naluri mencetak gol.

"Secara permainan kita fifty-fifty lah. Kalau dari materi, mereka unggul sedikit. Namun kita akan manfaatkan beberapa kelemahan mereka itu, termasuk mematikan Noh Alam Shah sebagai pemain ujung tombak Arema di setiap pertandingan," papar Aprizal, Senin (1/10).

Untuk itu, punggawa PSPS harus mewaspadai permainan cepat yang diperagakan Arema nanti. "Fokus kami, bagaimana mematahkan permainan cepat barisan penyerang mereka," terangnya. Hanya saja, jajaran pelatih sudah memiliki cara meredam serangan punggawa Arema.

Pemain lini pertahanan PSPS, harus mampu menerapkan zona marking secara efektif, sehingga barisan penyerang Arema tidak leluasa memasuki daerah pertahanan PSPS. "Jika kami bisa mematikan kuartet Arema, kami yakin bisa mengamankan poin penuh," kata pemegang lisensi B Nasional ini.

Selain mengetahui kekuatan, Aprizal juga sudah membaca kelemahan Arema. Yakni lini belakang Arema masih ada celah. Itu terlihat ketika pertandingan terakhir mereka kemarin. Pergerakan pemain belakang Arema masih agak lamban. Kelemahan inilah yang harus dimanfaatkan barisan depan PSPS dengan menampilkan permainan cepat, sehingga nantinya diharapkan bisa mencetak gol dan meraih kemenangan. 

Penulis : vina
Editor : vina

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe