Home / Pekan Life
Baru Saja Bernafas, Warga Kian Terjepit
Tribun Pekanbaru - Selasa, 11 Januari 2011 06:28 WIB
Share |
sembako.jpg
Theo Rizky/Tribun Pekanbaru
Penjual Sembako
PEKANBARU,Tribunnewspekanbaru.com - Warga Pekanbaru tampaknya semakin terjepit. Baru sedikit bernafas atas penurunan beberapa harga barang, tiba-tiba jenis yang lain mengalami lonjakan harga. Usai harga cabai, harga elpiji 12 kilogram, kini harga beras yang melambung.

Memang untuk harga cabai sendiri, mulai berangsur turun. Tetapi harga beras yang menunjukkan kenaikan cukup signifikan. "Harga cabai mulai turun tapi harga beras sekarang yang naik. Hal ini yang bikin pusing karena sebabnya tidak jelas.Padahal tidak ada perayaan besar pada awal tahun, tapi kenapa harga beras naik.

Pemerintah harus mengantisipasi jangan sampai berlarut-larut, apalagi kalau ini dikarenakan spekulasi pedagang," kata seorang warga Pekanbaru, Minem, Senin (10/1) berkeluh kesah.Kenaikan harga beras berkisar Rp1.500-2.000 perkilogramnya. Menurut pedagang, hal ini disebabkan kurangnya pasokan beras akibat gagal panen lantaran hama.

"Beras mudik yang tinggi naiknya sekarang, karena gagal panen akibat hama tikus, sehingga naiknya bisa sekitar Rp2 ribu," ujar Amrizal pedagang beras di Pasar Senapelan (Kodim), kepada Tribun Senin (10/1).Beras mudik, lanjutnya ada 3 macam, yang paling murah harganya Rp10 ribu, kemudian Rp10.500 dan Rp11 ribu.

"Harga beras mudik biasanya paling tinggi sebelum kenaikan ini hanya Rp 9ribu. Sekarang saja yang paling murah sudah Rp10 ribu," katanya.
Disebutkannya, akibat gagal panen ini, pasokan tentu saja berkurang. Dari yang biasanya sekali dua hari datang bisa ambil 300 ton, sekarang hanya sekitar 200 ton saja.

Harga beras ini, menurutnya ke depan, akan mengalami kenaikan lagi. "Kita ambil beras dalam beberapa hari ini terus naik, meskipun naiknya Cuma Rp 500. Makanya harganya dua hari bisa saja berubah," kata pria yang sudah 10 tahun berjualan beras ini.Namun, disebutkannya harga beras yang lainnya tidak terlalu banyak kenaikannya, hanya sekitar Rp500.

Misalnya beras Mundam harganya 9 ribu sebelumnya Rp8.500, Belida masih Rp8,500,  Ramos yang biasa Rp9.500 sebelumnya Rp9 ribu.Anton pedagang toko harian lainnya di lokasi yang sama mengatakan karena mahalnya harga beras mudik, dari yang biasanya Rp8-9 ribu sekarang menjadi Rp10 ribu, mereka tidak menjual beras mudik ini lagi.

"Sejak tahun baru, naik harga beras mudik, kami tak menjual beras ini lagi,"sebutnya.Selain itu juga, harga beras lainnya mengalami kenaikan. Seperti jenis Belida dari yang biasanya dikisaran Rp8 ribu-Rp8.500 kini sudah mencapai Rp9 ribu-9.500. "Bahkan ada juga sebagian toko yang tidak melayani pembelian eceran, karena tingginya harga Belida ini.

Dari yang satu karung biasanya Rp123 ribu perkarung sekarang sudah mencapai Rp162 ribu. Makanya wajar saja tidak dijual eceran," katanya.Kemudian harga beras Topi Koki dari sebelumnya Rp7 ribu sekarang sudah merangkak naik menjadi Rp8.500. Kenaikan yang disebabkan kurangnya pasokan ini, menurutnya juga berpengaruh terhadap penjualan beras.  

"Biasanya satu hari bisa terjual dua karung, sekarang satu karung saja tak terjual," sebut Anton.Sementara itu, dengan harga beras yang semakin merangkak naik, harga sayuran di pasaran sebagian menunjukkan penurunan dan ada juga yang tetap. Namun, meskipun turun, harganya masih dalam kategori tinggi.Misalnya harga cabai merah dari yang sempat Rp80 ribu, kemudian turun Rp60 ribu, kini sudah turun lagi menjadi Rp52 ribu.

"Baru satu minggu ini turun harga cabe,menjadi Rp52 ribu," sebut Linda pedagang sayuran di lokasi sama.Kemudian lanjutnya bawang merah dari harga Rp24 ribu sekarang turun menjadi Rp22 ribu, cabe hijau dari Rp50 ribu menjadi Rp40 ribu. Sedangkan harga cabe rawit tetap sejak tahun baru di angka Rp60 ribu perkilo, kemudian bawang merah juga demikian masih Rp20 ribu.

Namun, menurutnya harga barang tersebut masih belum stabil. Bahkan diperkirakan akan ada kenaikan terkait masih masuknya musim penghujan dan menjelang datang nya hari Raya Imlek pada Februari mendatang.Sementara itu terkait harga jual elpiji ukuran 12 kg masih dikeluhkan warga Kota Pekanbaru. Pasalnya dipasaran, warga harus merogoh kocek hingga Rp 120 Ribu pertabungnya. (cr7/ran/sdy/ant)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe