Home / Dumai Region / Dumai
Masuk RS, Tenaga Kerja Tak Bayar...
Tribun Pekanbaru - Senin, 20 Desember 2010 22:54 WIB
Share |
DUMAI, Tribunnewspekanbaru.com - Para tenaga kerja tak usah khawatir lagi, jika tiba-tiba mengalami kasus kecelakaan kerja. Maka bisa langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Demikianlah yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) II Sumbangsel Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), Sutrisno Firdaus, dalam pidatonya saat meresmikan 'Trauma Center'. Yaitu pusat penanggulangan kecelakaan kerja peserta Jamsostek yang digarap langsung oleh PT Jamsostek Cabang Dumai dan RSUD Dumai.

"Jadi tak usah banyak pertimbangan lagi, jika terjadi kecelakaan kerja segera ditangani dan dijemput, bawa ke rumah sakit. Tenaga kerja tidak dibebani biaya apa pun," ujar Sutrisno Firdaus di hadapan sejumlah tamu undangan yang hadir, Senin (20/12). Di antaranya, Wali Kota Dumai, Khairul Anwar.

Ketua DPRD Dumai, Zainal Efendi, sejumlah muspida. Beberapa perwakilan perusahaan besar di Kota Dumai serta perwakilan serikat pekerja.Selama ini menurutnya, jika ada kecelakaan kerja, maka tenaga kerja yang bersangkutanlah yang harus membayar lebih dulu ke pihak rumah sakit.

Baru setelah itu klaimnya diserahkan ke pihak Jamsostek. "Adanya Trauma Center ini, nanti pihak RSUD lah yang akan menangih ke Jamsostek,"ujar Sutrisno.
Program Trauma Center ini sebagai upaya Jamsostek untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tenaga kerja.

Program ini bisa dinikmati semua peserta dengan biaya maksimal Rp 12 juta. "Mulai rawat jalan, pemeriksaan hingga rawat inap, tapi tidak lebih dari Rp 12 juta," ujarnya.Rencananya program Trauma Center ini siap direalisasikan Januari 2011 mendatang. Pemko Dumai, dalam hal ini pihak RSUD Dumai harus terlebih dahulu mengesahkan program layanan itu dalam bentuk Peraturan Daerah.

Senin (20/12) bertempat di pelataran Gedung RSUD Dumai, Wali Kota Dumai, Khairul Anwar, berkesempatan meresmikan program layanan Trauma Center itu. Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara PT Jamsostek dan RSUD Dumai.  

"Nanti akan kita buat komitmen tertulis dengan pihak perusahaan. Kita undang mereka, mensosialisasikan program ini. Hingga saat ini, sedikitnya ada sekitar 80 perusahaan yang menyatakan welcome dengan layanan ini," ujar Kepala Kantor Jamsostek Cabang Dumai, Syefrizal, kepada Tribun, usai menggelar

Program ini hanya untuk tenaga kerja formal maupun informal yang telah terdaftar sebagai peserta Jamsostek. Saat ini, sesuai data yang dikeluarkan PT Jamsostek Cabang Dumai, ada sekitar 750 perusahan yang sudah terdaftar sebagai peserta Jamsostek. Sementara tenaga kerja yang telah memiliki kartu Jamsostek sedikitnya berjumlah 30 ribu peserta.

"Yang diuntungkan dari program ini justru tenaga kerja informal yang tidak mempunyai majikan atau mandor. Mereka selama ini mengeluarkan biaya sendiri, setelah itu diklaim ke kita. Dengan program ini, layanan kesehatan kecelakaan kerja digratiskan," ujar Syefrizal. (nng)

Penulis : zulham
Editor : zulham

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe