Home / Nasional
Kasir Dibunuh Pukul Tiga Malam
Tribun Pekanbaru - Jumat, 17 Desember 2010 18:07 WIB
Share |
I Ketut Sudarta (38), petugas kasir pada usaha galian C di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, ditemukan tewas bersimbah darah di lokasi tempatnya bekerja.

"Korban tewas dengan posisi tertelungkup, dengan sejumlah luka di kepala bagian belakangnya," kata Kapolres Karangasem AKBP Ketut Onik Suirawan ketika meninjau TKP, Jumat (17/12).

Dugaan sementara pembunuhan terhadap korban dilakukan setelah pukul 03.00 wita, karena pada pukul 02.00 korban baru mulai bekerja menggantikan petugas lainnya.

Hingga kini, pelaku pembunuhan belum berhasil diungkap dan polisi masih mengintensifkan pemeriksaan sejumlah saksi.

Korban yang berasal dari Banjar Telugtug, Desa Sibetan, dan bekerja di lokasi galian C milik Mangku Tirta itu, saat ditemukan menggunakan baju kemeja kotak-kotak warna coklat dengan celana panjang loreng warna hijau.

Saat mayat digeledah petugas menemukan dompet korban yang berisi uang Rp 620 ribu. Di dalam saku korban juga ditemukan KTP milik korban dan KTP istrinya serta sebuah kunci motor.

Luka robek di bagian kepala korban diduga akibat goresan senjata tajam.

Mayat itu pertama kali ditemukan oleh sopir pengangkut material galian yang bernama Mas Sari sekitar pukul 06.30 wita.

Menurut salah seorang teman korban, I Wayan Landra, korban hari itu mulai bekerja sebagai kasir sejak pukul 02.00 dini hari. Sebelumnya Landra yang bertugas jaga sebagai kasir.

Pada saat itu, Landra mengaku langsung menyerahkan uang hasil penjualan pasir kepada korban.

"Korban menggantikan saya sekitar pukul 02.00. setelah serah terima uang saya langsung pergi karena sudah mengantuk," ujar Landra.

Sudiarmini mengaku mendapatkan kabar suaminya tewas saat berada di Pasar Kalanganyar, Karangasem.

Sebelumnya, di mendengar suaminya cekcok dengan seseorang dalam pembicaraan lewat HP terkait bekerja apa tidaknya proyek galian hari itu.

Mangku Tirta, pemilik galian C juga merasakan sedih atas keajadian itu. Ia menilai korban adalah sosok yang baik dan bekerja padanya sejak mulai ada galian C itu.

Diakui uang hasil transaksi pada Kamis (16/12) sejak pukul 06.00 hingga Jumat (17/12) pukul 06.00 belum disetorkan dan masih dibawa korban.

"Sedikitnya sekitar Rp 15 juta uang yang dibawa korban diduga dilarikan pelaku pembunuhan," ucapnya.

Sementara saat ini polisi telah memeriksa empat saksi, di antaranya Nengah Rusmini, Ni Wayan Armiti, Ni Ketut Kariani serta Ni Putu Sri.

"Mereka adalah tukang kosek pasir yang bekerja paling akhir dilokasi itu," ucap kapolres.(*)

Penulis : zidpoenya
Editor : zidpoenya
Sumber : Kompas.com

© 2010 Tribunnewspekanbaru.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe